BERITA

Merumuskan Strategi Organisasi untuk Merespons Perubahan Sosial

Dibaca 2 Menit

Combine Resource Institution (CRI) kembali melakukan penyusunan perencanaan strategis (renstra) periode 2022-2025. Renstra ini bakal jadi pijakan untuk program-program kerja organisasi selama tiga tahun ke depan.

Penyusunan dokumen renstra dilaksanakan pada tanggal 20-22 Juni 2022 di Limasan Griya Jagadhaya, Bantul, Yogyakarta dan diikuti oleh semua staf beserta para pengurus yayasan. Dodo Juliman, Pembina Dewan Pengurus CRI menyampaikan bahwa fokus rumusan renstra periode ini harus mencakup pembenahan internal lembaga sekaligus merespons situasi yang berkembang di luar. Dia juga menambahkan bahwa CRI perlu mengupayakan rencana inovatif demi keberlanjutan lembaga.

“Kita semua yang ada di sini harus menyampaikan gagasan-gagasan demi keberlanjutan CRI dan jejaringnya. Menurut saya, eksternal maupun internal sama pentingnya,” kata Dodo yang merupakan salah satu pendiri CRI.

Sebelum sampai pada tahap Pleno Perumusan Dokumen Renstra 2022-2025, kami telah tiga kali mengadakan Focus Group Discussion (FGD) prarenstra.

Pada FGD pertama yang dilaksanakan pada Februari 2022, kami menengok kembali pelaksanaan dan capaian renstra CRI periode sebelumnya. Kami mencoba mengkaji bagaimana potensi dan manfaat program-program yang telah kami jalankan, baik itu program satu data, literasi digital, maupun media komunitas yang selama ini menjadi fokus kerja kami. Penting bagi kami untuk terus memutakhirkan setiap isu mengingat dinamika yang berkembang di luar maupun di dalam organisasi.

Kami menyadari bahwa program-program kerja yang kami rancang haruslah memiliki dampak di level yang strategis. Oleh sebab itu, kami mengundang beberapa organisasi masyarakat sipil (OMS) dalam FGD kedua Pra-renstra CRI yang diselenggarakan pada bulan Maret 2022. Kami melibatkan sejumlah OMS, baik yang berbasis di Yogyakarta maupun dari daerah-daerah lain, seperti Jakarta dan Surakarta.

Penguatan kapasitas dan advokasi regulasi masih menjadi isu yang strategis di kalangan OMS. Kebutuhan penguatan kapasitas di bidang digital, misalnya, meningkat akibat pandemi yang memengaruhi hampir semua sektor kehidupan sosial. Advokasi regulasi yang berkaitan dengan dunia digital seperti RUU Perlindungan Data Pribadi juga masih menjadi isu besar dan PR bersama.

Dari dua isu strategis tersebut, kami perlu menentukan sikap untuk meresponsnya. Hal tersebut tentu tidak bisa kami kerjakan sendiri. Oleh karena itu, kolaborasi antarorganisasi menjadi kunci dalam mencapai tujuan-tujuan bersama. Pelibatan jaringan OMS menjadi upaya awal untuk secara bersama-sama mengidentifikasi hal-hal yang bisa dilakukan secara kolektif.

Adapun seri ketiga FGD prarenstra CRI yang berlangsung pada April 2022 fokus pada pembahasan tentang manajemen dan ketahanan organisasi. Sudah lebih dari dua dekade berdiri, kami tetap harus jeli dan objektif untuk melihat keunggulan maupun kelemahan lembaga. Kami perlu meningkatkan strategi pendanaan lembaga secara mandiri, yaitu melalui skema investasi dan bisnis. Selain itu, kami juga harus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang kami punya demi mewujudkan cita-cita lembaga.

Hasil analisis dan rekomendasi yang telah dihimpun dari proses ketiga FGD prarenstra inilah yang kemudian menjadi bekal untuk menyusun Perencanaan Strategis CRI 2022-2025. Rapat Pleno Perencanaan Strategis digelar pada Juni lalu. Di rapat pleno tersebut, kami coba menjahit isu-isu dan rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan pada tiga FGD sebelumnya.

Dengan menengok kembali konstitusi organisasi serta mempertimbangkan dinamika sosial, baik di skala lokal, nasional, maupun global, kami mencoba mengidentifikasi hal-hal strategis yang akan menjadi acuan bagi kerja-kerja organisasi ke depan.[]


Keterangan foto: Suasana Rapat Pleno Perencanaan Strategis Combine Resource Institution yang diselenggarakan pada 20-22 Juni 2022 (oleh FFP).

Related posts
WAWANCARA

Gunardi: "Membangun Data Itu Harus Pelan-pelan dan Tidak Mudah"

Program satu data dari desa yang dijalankan oleh Combine Resource Institution (CRI) telah diimplementasikan di empat kabupaten. Ada Gunungkidul, Bantul, Lombok Utara,…
OPINI

Kemajuan Teknologi yang Mengkhianati HAM

Perkembangan teknologi yang diklaim dapat memberdayakan kelompok-kelompok terpinggirkan dan menciptakan kesetaraan nyatanya tidak berjalan. Perkembangan teknologi malah memperdalam jurang kesenjangan. Saya pernah…
BERITA

Penerima Anugerah AJW 2022: Bersama Bersuara tentang Hak Digital

Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) 2022 telah menemukan pemenangnya. Selain memberi penghargaan bagi para jurnalis warga, AJW tahun ini konsisten mengapresiasi kerja-kerja media…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.