BERITA

Warga Lereng Merapi Belajar Mitigasi Bencana ke Jepang

Dibaca 2 Menit

Bersama 3 perwakilan radio komunitas (rakom) yang tergabung dalam Jalin Merapi di lereng Gunung Merapi, Combine dan FMYY Jepang melakukan kunjungan belajar ke Jepang, 1 – 11 Oktober 2015. Kunjungan belajar ini betujuan untuk berbagi pengalaman tentang mitigasi bencana dan pengelolaan radio komunitas dalam pengurangan resiko bencana dengan komunitas Meister Toya-Usu Geopark di lereng Gunung Usu & pemerintah lokal di Hokkaido, Jepang.

Dalam kunjungan tersebut, Okada selaku sesepuh komunitas Meister Toya-Usu Geopark menjelaskan keterlibatan pemerintah lokal dan komunitas serta warga dalam pengelolaan geopark untuk pendidikan mitigasi bencana. Okada mengungkapkan pentingnya mengenali karakteristik gunung api agar warga dapat melakukan tindakan mitigasi bencana secara mandiri. Ia mencontohkan saat Gunung Usu erupi tahun 2000 lalu. Erupsi saat itu menyebabkan kampung yang hanya berjarak 300 meter dari puncak gunung mengalami deformasi (pengangkatan tanah) hingga 80 meter. Pendidikan mitigasi bencana yang mereka rintis ternyata mampu meminimalisir jumlah korban jiwa. Meski kampung tersebut termasuk padat penduduk, tercatat hanya ada 3 warga yang menjadi korban.

“Saya pernah ke Indonesia dan belajar dari Indonesia tentang pengurangan resiko bencana, gunung api dan tentang pemetaan kawasan rawan bencana. Apa yang saya pelajari saya terapkan di Jepang dengan membuat sistem pembelajaran dan penyadaran mitigasi bencana. Sistem itu berjalan dengan baik sekali di sini. Indonesia memang sangat maju dan berpengalaman dalam pengelolaan kebencanaan,” jelas Okada.

Tak sekedar dukungan dalam mitigasi bencana, baik pemerintah lokal Hokkaido maupun komunitas Meister Toya-Usu Geopark juga memfasilitasi pengelolaan sisa harta milik warga yang terkena dampak letusan Gunung Usu. Mereka melindungi dan menjaga keutuhan dan keaslian sisa harta warga terdampak erupsi tanpa menghilangkan kearifan lokal.

Sisa harta warga terdampak erupsi Gunung Usu Jepang dijaga keutuhan dan kelestariannya oleh
pemerintah lokal Hokkaido, komunitas Meister Toya-Usu Geopark dan warga sekitar.

Rakom Berbagi Pengalaman

Para peserta kunjungan belajar kali ini merupakan peserta yang lolos seleksi setelah memaparkan essay mereka tentang pengalaman mitigasi bencana di Merapi beberapa waktu sebelumnya. Ketiganya yaitu Sukiman Mohtar yang mewakili rakom Lintas Merapi FM di Klaten, Widodo dari Geminastiti FM, Boyolali, dan Temon Temu Selamet dari Gema Merapi FM, Sleman.

Dalam kunjungan tersebut, ketiganya belajar tentang pengelolaan radio di Rakom Wi FM Jepang. Rakom yang berdiri 30 April 2015 itu menjadi perpanjangan tangan pemerintah lokal untuk menyiarkan informasi darurat saat bencana terjadi. Dalam kondisi normal sehari-hari, Wi FM tetap aktif memberikan informasi lokal baik tentang pendidikan maupun hiburan kepada warga. Selain bersiaran secara langsung, Wi FM juga mengadakan pelatihan kepada warga dalam upaya peningkatan ekonomi dan pariwisata. Buletin pun dibuat rakom ini untuk bisa menggaet sponsor.

Berbagi pengalaman tentang mitigasi bencana erupsi gunung berapi di rakom Wi FM, Jepang.

Tak hanya belajar saja, para peserta kunjungan belajar juga berbagi pengalaman mereka memanfaatkan rakom untuk mitigasi bencana di lereng Gunung Merapi. Sukiman, perwakilan rakom Lintas Merapi FM di Klaten, memaparkan peran rakom adalah menyadarkan masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana, baik sebelum bencana, saat bencana, maupun setelah bencana.

“Sebelum bencana terjadi, rakom memberikan pendidikan pengurangan bencana. Lalu saat bencana terjadi, rakom bersama masyarakat melakukan tindakan mitigasi bencana atau pengungsian mandiri. Sementara pasca bencana, bersama masyarakat, rakom melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi berbasis kearifan lokal untuk kemudianmemulihkan kegiatan perekonomian warga,” urai Sukiman. (FR/AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.