BERITA

Radio Komunitas Primadona FM Terapkan Konvergensi Media

Dibaca 2 Menit

COMBINE Resource Institution sedang melakukan dokumentasi terhadap beberapa media komunitas yang telah memanfaatkan teknologi informasi & komunikasi tepat guna untuk mendorong terjadinya perubahan di dalam masyarakat. Radio Komunitas Primadona FM, Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Lombok Utara merupakan salah satu radio yang mampu menggunakan beragam media sehingga informasi masyarakat bisa ditanggapi dengan efektif oleh pihak yang berkepentingan.

Radio Komunitas Primadona FM telah berdiri sejak 28 Agustus 2002 sebagai respon terhadap kondisi minimnya saluran informasi dan komunikasi di wilayah Desa Karang Bajo, Bayan, Lombok Utara. Daya jangkaunya sekitar 20 km dan didengar oleh sekitar 5.000 pendengar dari berbagai desa di Kecamatan Bayan. Radio Komunitas Primadona FM mulai menggunakan beberapa medium untuk mengangkat persoalan masyarakat, yaitu dengan merambah ke dunia maya melalui blog primadonalombok.blogspot.com dan primadonanews.blogspot.com. Kemudian radio ini juga menjadi editor bagi daerah Lombok untuk portal berita suarakomunitas.net yang digagas oleh COMBINE Resource Institution. Di samping itu, Primadona FM juga aktif membuat jejaring dengan para pemangku kepentingan seperti pemerintah, media lokal, sehingga banyak berita yang diunggah berhasil ditanggapi oleh pihak yang berwenang. Berita di sekitar kerusakan infrastruktur jalan, sekolah, telah ditanggapi oleh pemerintah setempat dan bermanfaat bagi warga desa.

Muhammad Syairi, Ketua Radio Komunitas Primadona FM

Pada tanggal 27-31 Maret 2012, COMBINE Resource Institution telah mengunjungi Radio Komunitas Primadona FM. Melakukan wawancara mendalam dengan para pengelola radio, juga para kontributor informasi yang dikelola oleh Primadona FM. COMBINE bertemu dengan Bapak Adlan Mamnun dari Yayasan Maraqitta’limat (YAMTIA) yang mengisahkan peran Radio KOmunitas Primadona FM dalam mengupayakan berdirinya Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP). Hal ini sangat penting, karena sebagai kabupaten baru, yaitu Lombok Utara, telah berkembang dengan memiliki tingkat pendidikan setingkat universitas. Keluarnya izin STKIP ini juga dipengaruhi oleh diberitakannya proses pendirian sekolah ini melalui web suarakomunitas.net. Informasi di web ini telah memperkuat dan menyakinkan pihak Departemen Agama di pusat untuk mengeluarkan izin.

Kemudian ada pula wawancara dengan seorang seniman pepaosan, yaitu Syaidah Nur Chandra di Desa Sukadana. Bapak Syaidah adalah salah satu penyiar Radio Komunitas Primadona FM yang kerap melantukan pepaosan atau seni membaca lontar. Melalui radio, ia dapat menghidupkan kembali kerinduan masyarakat akan kesenian tersebut. Konon kaset-kaset yang direkam habis terjual. Kemudian dengan diberitakannya pepaosan di suarakomunitas.net maka perhatian pemerintah terhadap kesenian ini pun semakin besar. Salah satunya adalah dengan menggelar Lomba Pepaosan pada tahun 2011 yang diikuti oleh 150 kelompok pemaos dari berbagai wilayah komunitas adat di Lombok Utara.

Diskusi santai di Berugak Radio Komunitas Primadona FM

Dalam kunjungan ini pun COMBINE dapat mengamati siaran program Pusat Informasi dan Komunikasi Remaja (PIK-R). Secara khusus, Radio Primadona FM mengangkat persoalan nikah dini, dengan kata kunci “NIkah Dini: No Way.” Tanggapan masyarakat cukup besar jika dilihat dari ratusan SMS dan penelepon yang masuk setiap program ini digelar.

Berbagai pertemuan dengan warga yang sekaligus menjadi aktivis informasi dan penerima manfaat dari keberadaan Radio Kmunitas Primadona FM ini sangat penting untuk memperoleh gambaran betapa bergunanya sebuah media komunitas, terutama di daerah terpencil yang minim akses informasi dan komunikasi. Radio Komunitas PRimadona FM yang telah memberikan pelayanan informasi secara konsisten sejak tahun 2002 membuktikan bahwa dengan melakukan konvergensi media dan membina jejaring maka sebuah media komunitas dapat berperan besar mendorong perubahan sesuai kebutuhan masyarakat. (Ade Tanesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.