ARSIPMAJALAH KOMBINASI

Corong Kuasa Milik Suara Warga[?]

Dibaca 2 Menit

Edisi ke-80, September 2023

Halo Kawan-Kawan yang Baik,

Semoga kita senantiasa diliputi kebaikan dan dipeluk kebahagiaan, ya! Senang sekali Combine dapat kembali menyapa Kawan-kawan melalui edisi ke-80 ini. Terima kasih pula telah mengupayakan yang terbaik dan melewati pelbagai hal hingga pertengahan tahun ini. Tentu telah banyak energi yang Kawan-kawan curahkan, terlebih ditengah hiruk-pikuk perampasan ruang dan ketakmenentuan hak kita sebagai sesama warga. Pada nawala kali ini, kami merangkum beberapa analisis, laporan kegiatan hingga situasi terkini. Mayoritas pemberitaan masih diwarnai kedukaan. Namun semoga ini tak menyurutkan napas Kawan-kawan, melainkan justru menjadi pengingat dan lecutan semangat.

Pada kompilasi Artikel Utama, kami menyajikan analisis mendalam perihal kuasa digital yang masih mencederai hak-hak kita. Melalui Infodemic in a Pandemic – Examining the effects of misinformation on the Covid-19 pandemic in Indonesia & Nigeria, kami memaparkan lanskap infodemik di Indonesia dan Nigeria yang masih didominasi dengan misinformasi. Perkara ini berkait erat dengan Pemenuhan Hak-Hak Digital di Indonesia Masih Buruk. Ketiadaan akses yang sepadanmembuat warga tak memiliki jaminan yang adil untuk berekspresi dan mengelola informasi yang komprehensif.

Situasi tersebut mendorong kami untuk melakukan advokasi secara kontinu, baik melalui perangkat desa, organisasi masyarakat sipil, serta publik luas. Kegiatan tersebut kami jabarkan melalui Memetakan Inisiatif Satu Data Indonesia di D.I. Yogyakarta, serta Lokakarya Keamanan Website Guna Memitigasi Serangan Digital terhadap Organisasi Masyarakat Sipil. Kami merekomendasikan pula beberapa Artikel Pilihan yang bisa Kawan-kawan kunjungi, misalnya laporan dari EngageMedia, DRAPA23 Public Outcomes Report: Advancing Digital Rights in the Asia-Pasific Region.

Media dan pers idealnya ialah corong bagi suara warga. Namun kuasa pemilik media hingga struktur yang tak berpihak pada kepentingan publik, menghadirkan represi disana-sini. Human Rights Watch melalui laporannya, The Rocky Road to Press Freedom in South East Asia, menganalisis kemunduran kebebasan pers di kawasan Asia Tenggara selama rentang dua dekade terakhir. Namun represi juga terjadi kepada pekerja media, utamanya jurnalis perempuan. Ihwal ini dapat Kawan-kawan simak melalui Jalan Terjal Menuju Kesetaraan (Laporan Riset Diskriminasi Gender di Organisasi Media).

Tak henti sampai situ, represi juga masih kerap mengancam media komunitas. Kawan-kawan dapat menyimak reportase mendalam Pers Mahasiswa Masih Rentan Intimidasi untuk menelaah lebih lanjut terkait situasi ini. Kawan-kawan dapat pula berpartisipasi melalui survei publik Agenda Warga. Survei ini merupakan upaya alternatif sekaligus desakan kepada elit politik untuk mengutamakan suara warga pada proyek pemilu tahun depan.

Pada realitanya, warga masih didudukkan untuk tunduk pada kekuasaan yang berlaku. Namun kita dapat menolak patuh. Kita tetap dapat mengajukan pertanyaan dan melakukan gugatan. Bersama-sama, kita dapat me-reklaim dan menyatakan bahwa Corong Kuasa Milik Suara Warga.

Akhir kata, selamat membaca dan sampai jumpa di edisi nawala Kombinasi berikutnya!

Salam hangat,

Redaksi Combine Resource Institution

*Anda dapat membaca Nawala Kombinasi ini, melalui tautan berikut,

https://s.id/1VdfU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *