Combine Resource Institution (CRI), Pujiono Centre, and the Internet Society Foundation (ISOC Foundation) visited Tegalretno Elementary School in Kebumen, Central Java, on February 12, 2026, to observe the implementation of the Strengthening Community Internet Literacy and Learning for Safety (SCILLS) project “Improvement of School Internet Network Infrastructure and Internet Safety Training for Teachers, Parents, and Students in Elementary Schools in Disaster-Prone Areas on the South Coast of Java, Indonesia.” The visit aimed to assess how digital literacy and online safety education are being delivered in disaster-prone areas along the southern coast of Java.
During the visit, representatives from CRI, Pujiono Centre, and ISOC Foundation observed classroom sessions covering topics such as identifying hoaxes versus facts, online safety practices, and the use of Google’s online tools. The delegation also held discussions with school staff to understand implementation challenges and gather feedback from educators. This visit allows them to first-hand witness how digital literacy and digital safety are taught in the classroom and how students engage with the material. This digital initiative equips students in vulnerable regions with essential skills and knowledge to navigate the digital world safely, responsibly, and optimistically.
Additionally, the ISOC Foundation team had previously visited Giripurwo Public Elementary School in Gunungkidul—another SCILLS project site run by CRI and Pujiono Centre—on November 21st, 2024. The SCILLS project is an initiative that promotes digital literacy and has been implemented in 39 schools across 8 coastal districts of southern Java in order to increase digital competence among the vulnerable communities. SCILLS project also trains teachers and parents, strengthening school internet infrastructure, and curriculum support to ensure sustainable impact and community resilience.
In an interview with Jenn Beard, Senior Program Officer at ISOC Foundation, she stresses the importance of how the “internet” and “online safety” play an important role in emergency response, particularly in disaster-prone regions. She emphasized that strengthening digital literacy supports community resilience and ensures continuity of learning during emergencies.
During the classroom observation in Kebumen, students participated in interactive sessions related to digital literacy. The session provided insights into how the program contributes to strengthening students’ awareness of online risks and their ability to access reliable information. For schools in disaster-prone areas, access to reliable information and safe digital practice becomes increasingly urgent. Especially when digital platforms are the crucial form of fast communication and learning during emergencies. This observation provided valuable insight into how the program strengthens the students’ confidence in utilizing the internet.
The visit to Tegalrento Elementary School forms part of ongoing partnership efforts between CRI, Pujiono Centre, and ISOC Foundation to monitor program implementation and ensure that the SCILLS project continues to respond to local needs.
Membangun Benteng Digital di Pesisir Selatan: Mengintip Program SCILLS di Kebumen
Combine Resource Institution (CRI), Pujiono Centre, dan Internet Society Foundation (ISOC Foundation) mengunjungi SD Negeri Tegalretno di Kebumen, Jawa Tengah, pada 12 Februari 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program Strengthening Community Internet Literacy and Learning for Safety (SCILLS), yang berfokus pada penguatan infrastruktur jaringan internet sekolah serta pelatihan keamanan internet bagi guru, orang tua, dan siswa sekolah dasar di wilayah rawan bencana pesisir selatan Jawa.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bagaimana literasi digital dan edukasi keamanan internet dijalankan di sekolah-sekolah yang berada di kawasan dengan risiko bencana tinggi.
Selama berada di sekolah, perwakilan CRI, Pujiono Centre, dan ISOC Foundation mengikuti sesi pembelajaran di kelas. Materi yang diajarkan antara lain mengenali hoaks dan fakta, praktik aman berinternet, serta pemanfaatan berbagai perangkat daring seperti Google Tools. Tim juga berdiskusi dengan para guru dan pihak sekolah untuk mendengar pengalaman mereka, memahami tantangan yang dihadapi, serta menerima masukan untuk perbaikan program ke depan.
Melalui kunjungan ini, para mitra dapat melihat secara langsung bagaimana siswa terlibat aktif dalam pembelajaran digital. Program ini membantu anak-anak di wilayah rentan untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar agar dapat menggunakan internet secara aman, bertanggung jawab, dan percaya diri.
Sebelumnya, pada 21 November 2024, tim ISOC Foundation juga mengunjungi SD Negeri Giri Purwo di Gunungkidul, salah satu lokasi lain pelaksanaan SCILLS yang dijalankan oleh CRI dan Pujiono Centre.
Program SCILLS sendiri telah berjalan di 39 sekolah yang tersebar di 8 kabupaten pesisir selatan Jawa. Selain meningkatkan kapasitas literasi digital siswa, program ini juga melatih guru dan orang tua, memperkuat infrastruktur internet sekolah, serta mendukung integrasi materi dalam kurikulum. Langkah ini dilakukan untuk memastikan dampak yang berkelanjutan dan memperkuat ketahanan komunitas, khususnya di wilayah rawan bencana.
Dalam kesempatan kunjungan, Jenn Beard, Senior Program Officer di ISOC Foundation, menekankan bahwa akses internet dan pemahaman tentang keamanan digital memiliki peran penting dalam situasi darurat, terutama di daerah rawan bencana. Menurutnya, penguatan literasi digital menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan komunitas serta menjaga keberlanjutan proses belajar ketika terjadi kondisi darurat.
Selama sesi observasi di Kebumen, siswa terlihat aktif mengikuti diskusi dan praktik interaktif. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana program SCILLS membantu meningkatkan kesadaran siswa terhadap risiko di ruang digital serta kemampuan mereka dalam mengakses informasi yang dapat dipercaya. Bagi sekolah di wilayah rawan bencana, akses pada informasi yang akurat dan praktik digital yang aman menjadi semakin penting, terutama ketika internet menjadi sarana utama komunikasi dan pembelajaran saat terjadi krisis.
Kunjungan ke SD Negeri Tegalretno menjadi bagian dari komitmen bersama CRI, Pujiono Centre, dan ISOC Foundation untuk terus memantau pelaksanaan program serta memastikan bahwa program ini tetap relevan dan menjawab kebutuhan nyata khususnya dalam mendukung proses pembelajaran.
Michelle Nguyen adalah mahasiswa S1 di Universitas Princeton yang sedang kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Bridge Year Program. Dia berasal dari Vietnam dan tinggal di Amerika Serikat. Ia memiliki minat terhadap sains, engineering, dan hal-hal yang erat kaitannya dengan teknologi. Saat ini dia terlibat sebagai pemagang di Combine Resource Institution.
