Menguatkan kapasitas Pengelola lumbung daya dalam menghadapi persoalan dilapangan terkait dengan pengelolaan lumbung daya.selengkapnya
(31/08/2009) Pemetaan Sistem Pengelolaan Data dan Informasi Desa
Pembangunan
Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Terong akan dimulai dari langkah paling awal, yakni memetakan situasi pengelolaan data dan informasi terkini. Hasil rumusan dari proses itu akan dijadikan dasar untuk penentuan tujuan program secara lebih rinci. Proses ini merupakan tahap perancangan konsep SID yang akan dilakukan bersama oleh Combine Resource Institution (CRI) dengan pemerintah dan masyarakat Desa Terong. Dikemas sebagai sebuah lokakarya sederhana, kegiatan ini akan diselenggarakan pada:
Hari, tanggal: Senin, 31 Agustus 2009
Pukul: 15.30 - 17.30
Tempat: Balai Desa Terong, Dlingo, Bantul, D.I. Yogyakarta
Peserta:
- Pemerintah Desa Terong
- Badan Permusyawaratan Desa Terong
- Kepala Dusun setempat
- perwakilan ketua RT setempat
- organisasi pemuda
- organisasi perempuan (PKK atau semacamnya)
- perwakilan warga
Agenda:
- Penjelasan latar belakang program kegiatan
- Lokakarya pemetaan sistem pengelolaan data dan informasi Desa Terong
Kontak kegiatan:
selengkapnya
(26/08/2009) Sosialisasi Sistem Informasi Desa di Dlingo
Selain di wilayah Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten Jawa Tengah, program
Sistem Informasi Desa (SID) juga akan dibangun dan dikembangkan di Desa Terong, Dlingo, Bantul, D.I. Yogyakarta. Dua wilayah ini akan menjadi tempat ujicoba pengembangannya hingga awal tahun 2010.
Proses di Desa Terong ini akan diawali dengan sebuah pertemuan sosialisasi, yang akan diselenggarakan pada:
Hari, tanggal: Rabu, 26 Agustus 2009
Waktu: 10.00 - 13.00
Tempat: Balai Desa Terong, Dlingo, Bantul, D.I. Yogyakarta
Peserta: Pemerintah Desa Terong dan Badan Permusyawaratan Desa Terong
Agenda:
- Pendahuluan; Latar Belakang Program
- Pengantar Siklus Pembangunan SID
- Tinjauan Aplikasi SID
- Perencanaan Kegiatan
Kontak Kegiatan:
selengkapnya
(20/08/2009) Evaluasi Ujicoba Sistem Informasi Desa di Kemalang
Program pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) di wilayah Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah telah memasuki tahap evaluasi yang pertama. Aplikasi SID yang dibangun oleh Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi CRI ini telah diujicobakan di 7 desa sejak Minggu III Juli 2009 lalu. Evaluasi tahap pertama ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai kelebihan dan kekurangan dalam aplikasi tersebut, sehingga bisa disempurnakan. Di samping itu, dalam pertemuan ini nanti, akan dibahas pula rencana kegiatan tindak lanjut bersama antara CRI dengan desa-desa di Kecamatan Kemalang. Kegiatan evaluasi ini akan diselenggarakan pada:
Hari, tanggal: Kamis, 20 Agustus 2009
Waktu: 09.00 - 12.00
Tempat: Balai Desa Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah
Agenda:
- Evaluasi aplikasi SID tahap I
- Pendalaman materi mengenai pengembangan SID untuk perangkat desa
- Penyepakatan rencana kegiatan 2009 - 2010
Kontak kegiatan:
selengkapnya
(2 - 5 /08/2009) Lokakarya Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat melalui Radio Komunitas
kerjasama antara AMARC Japan Working Group – Disaster Reduction Learning Center / JICA Hyogo – Combine Resource Institution – Radio Komunitas Angkringan FM Sewon, Bantul – Radio Komunitas Lintas Merapi FM Deles, Klaten
Latar Belakang
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 telah menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak dalam upaya membangun komunikasi dan memperoleh informasi dalam rangka pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya. Setiap orang boleh mencari, mempreoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Radio komunitas, yang telah diakui oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, telah memnuhi syarat sebagai salah satu saluran komunikasi dan informasi yang dapat digunakan oleh masyarakat.
Namun, hal yang harus dipahami utuh oleh masyarakat dalam rangka pembangunan paradigma hidup bersama ancaman bencana, adalah bahwa media tetap merupakan suatu alat. Alat ini hanya akan berfungsi sesuai dengan peran yang diharapkan jika dimanfaatkan dengan tepat guna. Dengan pemahaman ini, diharapkan pegiat radio komunitas dapat menyelanggarakan siaran komunitasnya sebagai wujud ruang komunikasi untuk menanggulangi berbagai hal yang ada dalam kehidupan masyarakat. Ancaman dan bencana kemudian jelas menjadi salah satu hal utama yang harus selalu dikomunikasikan dalam kehidupan keseharian agar kesadaran menuju kesiapsiagaan selalu terpelihara.
Oleh karena itu, disadari bahwa sangat penting untuk mempersiapkan sebuah radio komunitas yang tak hanya lihai dalam urusan teknis siaran, tetapi juga mampu membangun jaringan komunikasi dan jaringan kerja dengan berbagai pihak. Sebagai media di aras lokal, radio komunitas berperan penting sebagai penerus informasi agar komunikasi bisa berlangsung dua arah. Radio komunitas juga bisa memposisikan diri sebagai mediator yang mampu mempertemukan para pihak dengan masyarakat tempatannya untuk secara rutin mengelola pendidikan kebencanaan. Jaringan tersebut akan memudahkan suatu radio komunitas, baik dalam pengelolaan materi siarannya (karena akan mendapatkan data dan informasi dari lebih banyak narasumber) maupun dalam pengelolaan kegiatan radionya (karena akan ada lebih banyak peluang bekerjasama).
Potensi radio komunitas itu tidak hanya telah disadari oleh pegiat radio komunitas di Indonesia. Asosiasi Pegiat Radio Komunitas se-Dunia (AMARC – World Association of Community radio Broadcaster), khususnya AMARC Japan Working Group telah pula mengembangkan kegiatan peningkatan kapasitas pegiat radio komunitas di Jepang melalui beberapa program. Salah satu yang paling mutakhir adalah pembuatan materi audio penanggulangan bencana yang dibuat dalam lebih dari 9 bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Materi penanggulangan bencana, seperti gempabumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor itu diprogramkan untuk dapat disunting dan disiarkan melalui radio komunitas, baik sebagai informasi tanggap darurat maupun informasi pendidikan kebencanaan.
Dengan dukungan Disaster Reduction Learning Center – Japan International Cooperation Agency (JICA) Hyogo, program tersebut dibawa ke Indonesia untuk diujicobakan di beberapa radio komunitas. Selain ujicoba materi yang telah ada tersebut, radio komunitas di Indonesia diharapkan pula nantinya dapat membuat materi serupa yang lebih dekat dengan konteks tempatannya.
Combine Resource Institution (CRI), lembaga yang berbasis di Yogyakarta, berperan mengorganisasikan kegiatan penerapan ujicoba dan pengembangan materi audio kebencanaan tersebut di Indonesia. Sebagai langkah percontohan, ada dua radio komunitas yang akan menjadi awalan, yakni Radio Komunitas Angkringan FM di Sewon, Bantul, D.I. Yogyakarta dan Radio Komunitas Lintas Merapi FM di Deles, Klaten, Jawa Tengah. Radio Komunitas Angkringan FM dipilih dengan kedekatannya pada risiko ancaman bencana gempabumi dan kekeringan. Sementara, Radio Komunitas Lintas Merapi FM dipilih dengan kedekatannya pada risiko ancaman erupsi Gunungapi Merapi, tanah longsor, dan kekeringan.
Dengan mendasarkan pada prinsip bahwa radio komunitas sebagai ruang komunikasi warga tempatan, maka kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada penyelenggarakan siaran dan pembuatan materi audio. CRI sejak awal bulan Juli 2009 memandu pegiat radio komunitas dan warga tempatan di dua wilayah yang berbeda itu untuk tidak hanya mengenal materi audio buatan AMARC Japan Working Group dan JICA Hyogo itu, tetapi membantu pula melakukan perencanaan kegiatan onair dan offair yang dapat dikembangkan untuk mendukung program tersebut. Sebuah lokakarya pemetaan potensi ancaman bencana dan potensi sumberdaya di setiap tempatan pun digelar, sebagai awal masuk menuju langkah ujicoba materi audio di atas pada paruh kedua bulan Juli 2009.
Pada awal bulan Agustus 2009 ini, sebuah seri lokakarya akan kembali digelar sebagai salah satu langkah tindak lanjut. Tujuan lokakarya kali ini tertera dalam bagian di bawah ini, yang akan diteruskan dengan program pendampingan pembuatan dan pengembangan materi audio penanggulangan bencana yang akan dikolaborasikan dengan program kegiatan onair dan offair di kedua radio komunitas di atas hingga akhir tahun 2009. Sebuah dokumentasi dan modul secara bersamaan juga akan disusun oleh CRI bersama AMARC Japan Working Group, yang kemudian dapat dipublikasikan, baik kepada pegiat radio komunitas di Indonesia maupun di dunia.
Tujuan
Seri lokakarya ini adalah tahap lanjutan dari proses lokalatih pemetaan potensi ancaman dan sumberdaya wilayah yang dilakukan pada pertengahan bulan Juli 2009 lalu. Secara khusus, setiap lokakarya di masing-masing wilayah ini bertujuan untuk:
- Mempublikasikan hasil lokalatih pemetaan potensi ancaman dan sumberdaya tempatan (desa) sebagai bahan acuan pembuatan materi audio penanggulangan bencana oleh radio komunitas kepada publik
- Mempublikasikan hasil ujicoba materi audio penanggulangan bencana buatan AMARC Japan Working Group – JICA di masing-masing tempatan
- Menjaring tinjauan dan masukan dari para pihak mengenai peta potensi ancaman dan sumberdaya tempatan sebagai bahan pembuatan/pengembangan program penanggulangan bencana oleh radio komunitas (onair dan offair) yang akan dibuat dalam sesi lokakarya
- Membangun kesepahaman dan kesepakatan para pihak dalam pemanfaatan gerakan radio komunitas di wilayah tempatan sebagai bagian dari upaya penanggulangan bencana secara berkelanjutan, yang kegiatan percontohannya dilakukan di Radio Komunitas Angkringan FM (Bantul) dan Radio Komunitas Lintas Merapi FM (Klaten) hingga akhir tahun 2009
KeluaranSebagai sebuah lokakarya, acara ini dilakukan dengan beragam jenis kegiatan, mulai dari presentasi, diskusi, dan pembuatan produk pengetahuan berupa materi audio yang dapat disiarkan melalui radio komunitas. Secara umum, keluaran seri kegiatan ini meliputi:
- Rangkuman saran dan masukan dari hasil diskusi mengenai peta potensi ancaman dan sumberdaya tempatan yang akan digunakan sebagai bahan acuan pembuatan/pengembangan program penanggulangan bencana oleh radio komunitas (onair dan offair)
- Evaluasi atas penerapan/ujicoba materi audio penanggulangan bencana buatan AMARC Japan Working Group – JICA.
- Rancangan program kegiatan onair dan offair mengenai penanggulangan bencana di radio komunitas tempatan (Radio Komunitas Angkringan FM dan Radio Komunitas Lintas Merapi FM)
- Produk audio penanggulangan bencana versi tempatan yang dibuat oleh pegiat radio komunitas setempat
Waktu dan Tempat Kegiatan:Lokakarya dua seri ini akan digelar di dua desa di wilayah kabupaten yang berbeda, yang masing-masing memiliki potensi sumberdaya dan ancaman bencana yang khusus.
Lokakarya bersama Radio Komunitas Angkringan FM, Timbulharjo, Sewon, BantulHari, tanggal: Minggu – Senin, 2 – 3 Agustus 2009
Tempat: Balai Desa Timbulharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Lokakarya bersama Radio Komunitas Lintas Merapi FM, Deles, Sidorejo, Kemalang, Klaten, Jawa TengahHari, tanggal: Selasa – Rabu, 4 – 5 Agustus 2009
Tempat: Studio Radio Komunitas Lintas Merapi FM, Deles, Sidorejo, Kemalang, Klaten
Agenda Kegiatan:Lokakarya I di Desa Timbulharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa YogyakartaNo / Waktu / Acara / Pembicara – PesertaMinggu, 2 Agustus 20091. 08.30 – 09.00
Pendaftaran ulang peserta
2. 09.00 – 10.00
- Pembukaan oleh CRI
- Sambutan oleh Kepala Desa Timbulharjo
- Sambutan oleh JICA Hyogo
- Pengantar oleh AMARC Japan Working Group
3. 10.00 – 12.00
Diskusi Panel- Presentasi: Laporan hasil pemetaan potensi ancaman bencana dan ujicoba Disaster Management Audio Material (produksi AMARC) di Desa Timbulharjo oleh Sarjiman (Radio Komunitas Angkringan FM)
- Tinjauan atas laporan pemetaan dan ujicoba Disaster Management Audio Material (produksi AMARC) oleh Valentinus Irawan (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Junichi Hibino (AMARC Japan Working Group), Ambar Sari Dewi (warga Timbulharjo)
- Diskusi - Moderator: Elanto Wijoyono (CRI)
4. 12.00 – 13.00
Istirahat, sholat, makan
5. 13.00 – 14.30
Diskusi Kelompok Terfokus
Fasilitator: Elanto Wijoyono, Saiful Bakhtiar
- Menjaring tanggapan atas Disaster Management Audio Material (produksi AMARC)
- Menjaring masukan untuk pembuatan dan penerapan Disaster Management Audio Material versi tempatan
- Presentasi hasil diskusi kelompok (rekomendasi) oleh Wakil kelompok
6. 14.30 – 15.00
Penutup Hari I, pengantar menuju Hari II oleh MC
Peserta Lokakarya Hari I:
- pegiat Radio Komunitas Angkringan FM
- warga Desa Timbulharjo (perwakilan tiap dusun)
- aparat pemerintah setempat (desa, kecamatan, kabupaten)
- pakar dan/atau akademisi
- media massa
-----------------
Senin, 3 Agustus 2009 1. 08.30 – 09.00
Pendaftaran ulang peserta
2. 09.00 – 10.00
Pembukaan oleh MC
Tinjauan atas hasil diskusi dan rekomendasi Hari I
Fasilitator: Elanto Wijoyono
3. 10.00 – 12.00
Lokakarya pembuatan Disaster Management Audio Material versi tempatan
Fasilitator: Saiful Bakhtiar, Mart Widarto
4. 12.00 – 13.00
Istirahat, sholat, makan
5. 13.00 – 14.00
Lokakarya perencanaan strategi penanggulangan bencana dalam program
onair dan
offair radio komunitas
Fasilitator: Saiful Bakhtiar, Mart Widarto
6. 14.00 – 14.30
Ujicoba dan tinjauan Disaster Management Audio Material versi tempatan
Fasilitator: Saiful Bakhtiar
7. 14.30 – 15.00
Rangkuman hasil lokakarya oleh Mart Widarto
Perencanaan tindak lanjut oleh Mart Widarto
Penutup oleh MC
Peserta Lokakarya Hari II:
- pegiat Radio Komunitas Angkringan FM
- warga dan aparat Desa Timbulharjo (untuk sesi ujicoba Disaster Management Audio Material); terbatas
- pakar dan/atau akademisi
- media massa
----------------------------
Lokakarya II di Desa Sidorejo, Kemalang, Klaten, Jawa TengahNo / Waktu / Acara / Pembicara – Peserta
Selasa, 4 Agustus 2009
1. 08.30 – 09.00
Pendaftaran ulang peserta
2. 09.00 – 09.30
- Pembukaan oleh CRI
- Sambutan oleh Kepala Desa Timbulharjo
- Sambutan oleh JICA Hyogo
- Pengantar oleh AMARC Japan Working Group
3. 09.30 – 12.00
Diskusi Panel
- Presentasi: Laporan hasil pemetaan potensi ancaman bencana dan ujicoba Disaster Management Audio Material (produksi AMARC) di Desa Sidorejo oleh Sukiman (Radio Komunitas Lintas Merapi FM)
- Tinjauan atas laporan pemetaan dan ujicoba Disaster Management Audio Material (produksi AMARC) oleh Valentinus Irawan (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Soebandrio (BPPTK), Junichi Hibino(AMARC Japan Working Group), Yami (Forum Klaster Lereng Merapi)
- Diskusi - Moderator: Elanto Wijoyono (CRI)
4. 12.00 – 13.00
Istirahat, sholat, makan
5. 13.00 – 14.30
Diskusi Kelompok Terfokus
Fasilitator: Elanto Wijoyono, Saiful Bakhtiar
- Menjaring tanggapan atas Disaster Management Audio Material (produksi AMARC)
- Menjaring masukan untuk pembuatan dan penerapan Disaster Management Audio Material versi tempatan
- Presentasi hasil diskusi kelompok (rekomendasi) oleh wakil kelompok
6. 14.30 – 15.00
Penutup Hari I, pengantar menuju Hari II oleh MC
Peserta Lokakarya Hari I:
- pegiat Radio Komunitas Lintas Merapi FM
- warga Desa Sidorejo (perwakilan tiap dusun)
- aparat pemerintah setempat (desa, kecamatan, kabupaten)
- pakar dan/atau akademisi
- media massa
---------------------------
Rabu, 5 Agustus 2009
1.08.30 – 09.00
Pendaftaran ulang peserta
2. 09.00 – 10.00
Pembukaan oleh MC
Tinjauan atas hasil diskusi dan rekomendasi Hari I
Fasilitator: Saiful Bakhtiar
3. 10.00 – 12.00
Lokakarya pembuatan Disaster Management Audio Material versi tempatan
Fasilitator: Saiful Bakhtiar, Mart Widarto
4. 12.00 – 13.00
Istirahat, sholat, makan
5. 13.00 – 14.00
Lokakarya perencanaan strategi penanggulangan bencana dalam program
onair dan
offair radio komunitas
Fasilitator: Saiful Bakhtiar, Mart Widarto
6. 14.00 – 14.30
Ujicoba dan tinjauan Disaster Management Audio Material versi tempatan
Fasilitator: Saiful Bakhtiar
7. 14.30 – 15.00
Rangkuman hasil lokakarya oleh Mart Widarto
Perencanaan tindak lanjut
Penutup oleh MC
Peserta Lokakarya Hari II:
- pegiat Radio Komunitas Lintas Merapi FM
- warga dan aparat Desa Sidorejo (untuk sesi ujicoba Disaster Management Audio Material); terbatas
- pakar dan/atau akademisi
- media massa
selengkapnya
(11 - 14 / 07/2009) Lokalatih Pemetaan Potensi Ancaman dan Sumberdaya Desa
Lokalatih ini merupakan tahap pendahuluan dari program Pengurangan Risiko Bencana berbasis Masyarakat melalui Radio Komunitas. Program ini dilaksanakan sebagai hasil kerjasama antara AMARC Japan Working Group - Disaster Reduction Learning Center JICA Hyogo - Combine Resource Institution - Radio Komunitas Angkringan FM Bantul - Radio Komunitas Lintas Merapi FM KlatenAktivitas
COMBINE Resource Institution (CRI) works together with AMARC Japan will conduct a pilot project to promote the community awareness in reducing disaster risks through community radio. This program will take a year using following strategies;
- Community Pra Workshop - This pra workshop will take two days. Theme of the pra workshop is mapping potency of community vulnerable. The goal of this praworkshop are: Explore the history of village; mapping the village; simulation survey, report of survey result, and sosialization and utilize data.
- Community Workshop - This workshop will discuss the result of mapping potency of community vulnerable. With the participation of community representatives and the activists of community radios, this workshop will give feedback toward the audio materials with the theme focused on disasters produced by AMARC.
- The adjustment of audio materials by AMARC with local context - The feedback from the workshop participants on the audio materials with the theme focused on disasters produced by AMARC will next become the considerations to modify the materials in order to match the community needs.
- The implementation of Disaster Alert Community Radio Program - The outcome of the workshop will be broadcasting materials for the community radios to promote the community awareness of disaster alert. The broadcasting materials will be playing the audio materials which are well-furnished and other forms of important programs.
- The measurement of the broadcast on the impacts of disaster alert - During the implementation of the program, CRI and local community radios will measure the impacts of the broadcasting conducted by community radios to promote the community awareness of the disaster risks reduction. The method of the measurement is diary method, interview, and Focus Group Discussion (FGD).[-lead/-]
Tujuan
- Build the community understanding on the potentials of disaster threats in their areas.
- Build the community understanding on the disaster relief by local community.
- Build the capacity of the community radio activists as the information agents on disaster relief for their own community.
- Capable to evaluate and give inputs to the audio materials on disaster relief produced by AMARC, either the contents or the wrapping techniques and the delivery.
- Capable to make and develop by themselves the audio materials on disaster relief to broadcast in local community areas.
Tempat
- Community Radio Name: Angkringan Community Radio
Location: Timbulharejo village, sub district Sewon, Bantul, D.I. Yogyakarta
Disaster Susceptibility: Earthquake- Community Radio Name: Lintas Merapi Community Radio
Location: Sidorejo Village, Regency of Klaten, Central Java
Disaster Susceptibility: Volcano eruption, landslide
Agenda Lokalatih
Precondition
- The audio materials on disaster relief produced by AMARC are already distributed and aired to the local community at least in the period of time one week before the try out.
- Each radio has experiences in doing disaster-related workshop.
Workshop participant (maximum 20 participants per location):
- Community Radio activists
- Community representatives based on some categories (activities, gender, age)
a.Public (can be grouped based on the professions)
b.Vulnerable groups
i.Women (especially expecting mothers)
ii.Children
iii.Elders
iv.Disable
v.The poor
vi.Minorities
3. Local government (county/village/district)
Day I – Getting to know the potentials of Disaster Threats and the capacity of the community
- Community radio activists
- The representatives of local communities
- Local government
Materials I:
Mapping the potentials of disaster threats
- Mapping the potentials of natural disaster threats
- Mapping the potentials of non-natural disaster threats
- Mapping the potentials of social disaster threats
Method I:
Focus Group Discussion (FGD). The participants are divided into three groups. Each group is required to make a map of the area on a plain paper for their own group. Each group will then have one issue to deal with. By using the map already drawn, each element of the issue is written on a metacard to attach on the map to present later in front of the plenary session.
Materials II:
Mapping the potential resources of the community:
- Natural resources
- Infrastructure
- Information and communication systems
- Transportation system
- Energy resources
- Human resources
Method II:
Focus Group Discussion (FGD). The participants are divided into three groups, each of which will have two issues to discuss. The discussion will still be assisted by the area map. The elements of the issues discussed are then written on the metacards to attach on the map to present later.
Materials III:
Analysis on the vulnerability toward disaster
- Analysis on the vulnerability of the community radio
- Analysis on the vulnerability of the community
Method III:
Focus Group Discussion (FGD). The participants are divided into two new groups, each of which will have one issue to discuss. The definition and criteria of the vulnerability are presented first by the facilitator. Next, each group will discuss the variables of the vulnerability mentioned and write them on the metacards to present later in front of the plenary session.
Materials IV:
Evaluation on the audio materials focusing on disaster produced by AMARC Japan .
Method IV:
The participants are still grouped in two groups as earlier in which each group will listen to the audio materials focusing on disaster produced by AMARC Japan one more time. The evaluation will then be conducted by giving response to the list of guiding questions asked by the facilitator to the participants. The list of the participants’ responses will be mapped on the metacards and discussed in groups and plenary session to formulate the recommendation for the development of audio materials.
Day II – The activity management of the Community Radio which is highly aware of threats
Participant: Community Radio activists
Materials I:
On-air activity management
- Production of the audio materials focusing on disaster relief
- Broadcasting management on audio materials focusing on disaster relief
Method I:
Through FGD, the community radio activists will get the presentation of evaluation results and inputs for the audio materials produced by AMARC Japan. This result is expected to be responded in the form of broadcasting programs by the community radio activists who will next produce community version of the broadcasting programs.
Materials I:
Off-air activity management
- Planning on the field activities to support the broadcast of the audio materials focusing on disaster relief
- On field activity management
Method II:
In the second session, the discussion will be more about the off-air promotion strategies that can be done by the community radio activists. Through FGD, it is expected to arouse the ideas from the activists to integrate the audio power (on–air and o
selengkapnya
(02/07/2009) Festival Kader Muda Partai 2009
Pergulatan bangsa Indonesia adalah dinamika para pemudanya. Pemuda dalam lembaran sejarah merupakan aktor kunci sebagai katalisator perubahan sosial, ekonomi, dan politik. Pemuda menyimbolkan semangat, idealisme, progresif, dan berpikir radikal. Kini, kepemimpinan kaum muda menjadi narasi besar dalam arus perpolitikan tanah air. kaum muda dianggap sudah saatnya tampil ke depan membawa angin segar perubahan dan mencoba menjadi alternatif pilihan dalam kepemimpinan nasional.
Bertujuan untuk memberikan ruang bagi kaum muda partai dalam menunjukkan kepada publik dan konstituennya mengenai peran-peran yang selama ini dijalankan oleh kaum muda partai, International Republican Institute (IRI) bekerjasama dengan Combine Resource Institution (CRI) dan Forum Komunikasi Pemuda Lintas Parpol D.I. Yogyakarta menggelar kegiatan bertajuk Festival Kader Muda Partai 2009.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi kader muda partai untuk menunjukkan kemampuan dan kapasitasnya di depan para konstituennya. Mereka akan mencoba meningkatkan ketertarikan para pemuda untuk terlibat secara aktif di partai, menuju cita-cita mengelola partisipasi generasi muda dalam dunia politik daerah dan nasional. Di sini, ruang khusus akan terbangun bagi partai untuk melihat berbagai permasalahan anak muda dan mencoba mencarikan jalan keluarnya melalui berbagai diskusi. Dengan adanya ruang netral bagi kaum muda partai untuk menunjukkan platform partainya di hadapan konstituennya secara bersama maka diharapkan dapat terjadi komunikasi politik yang baik.
Kegiatan tersebut akan digelar pada:
Hari, tanggal: Kamis, 2 Juli 2009
Pukul: 09.00 - 22.00
Tempat: Gedung Mandala Bakti Wanitatama Jl. Laksda Adisucipto, Yogyakarta
Agenda:
Festival Kader Muda Partai 2009 ini merupakan kegiatan satu hari dengan beragam acara, meliputi:
- Pameran dan Lomba Foto "Pemilu di Lensamu" (untuk siswa SLTA dan mahasiswa); pukul 09.30 - selesai
- Workshop sablon kaos dengan tema "Yang Muda bagi Pertiwi"; pukul 09.30 - selesai
- Workshop mural dengan tema "Yang Muda untuk Pertiwi" bersama Jogja Mural Forum; pukul 09.30 - selesai
- Diskusi "Yang Muda yang Dicari" bersama Iwan Kurniawan (praktisi periklanan), Zuli Qurniati (nominator Diajeng DIY), Fauzan (legislator DPRD Kota Yogyakarta 2009-2014), Seno Baskoro Aji (legislator DPRD Kota Yogyakarta 2009-2014); pukul 09.40 - 11.40
- Diskusi "Yang Muda yang Didengar" bersama Arie Sujito (pengamat politik UGM), Agung Damar K. (legislator DPRD Kota Yogyakarta 2009-2014), Christiana Agustiani (legislator DPRD Kota Yogyakarta 2009-2014), dan Anik (aktivis kaum muda dan perempuan); pukul 15.40 - 17.40
- Pentas musik oleh perwakilan partai dan bintang tamu; pukul 13.00 - 21.00
- Kampanye kegiatan dan tema di media massa
- screening video komunitas; pukul 13.00 - 14.40
Target Peserta:
- Kaum muda partai
- Pemilih pemula
- Media
- Mahasiswa
- Pelajar
- Akademisi
- Masyarakat umum
Panitia Pelaksana:
Penanggung jawab: Pongky Arwendo (PD)
Ketua: Saiful Bakhtiar (CRI)
Wakil Ketua: Hasta (PDI-P)
Sekretaris: Norma (PKS)
Bendahara: Anton H. (CRI)
Program Manager: Bima (PMB)
Seksi Diskusi: Edy Prayitno (Golkar)
Seksi Hiburan: Niko (PAN)
Seksi Perizinan: Niko, Pongky Arwendo
Seksi Promosi: Oleg Yohan (PPRN)
Sekretariat Panitia:
Combine Resource InstitutionJl. Ngadisuryan No. 26 Kraton, Yogyakarta 55133 Indonesia
Telp.: +62 274 418 929
Kontak informasi:
selengkapnya
(10/06/2009) Presentasi Laporan Proyek Laweyan Urban Observatory
Langkah akhir dari kegiatan percontohan pemetaan komunitas dan pembangunan database tingkat kelurahan di Laweyan, Surakarta akan berakhir pada minggu kedua Juni 2009 ini. Kegiatan yang telah berlangsung sejak April 2009 ini dikerjakan bersama oleh peneliti John Taylor dengan beberapa lembaga; Konsorsium Solo, Jurusan Arsitektur Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Combine Resource Institution (CRI). Proses yang dilakukan telah mencakup 7 kelurahan di Kecamatan Laweyan. Sesuai dengan keputusan dari hasil pertemuan dengan Walikota Surakarta pada hari Kamis, 28 Mei 2009 di Loji Gandrung Surakarta maka diagendakanlah sebuah forum presentasi akhir untuk pelaporan hasil kegiatan kepada jajaran staf Pemerintah Kota Surakarta. Acara tersebut akan dilaksanakan pada:
Hari, tanggal: Rabu, 10 Juni 2009
Waktu: 12.00 - 14.00
Tempat: Balai Tawangarum Kompleks Balaikota Surakarta
Agenda:
- Pembukaan oleh Bappeda Surakarta
- Presentasi laporan kegiatan oleh Tim Urban Observatory
- Diskusi
Kontak kegiatan:
selengkapnya
(14/05/2009) Workshop Pasar Tani dan Lembaga Keuangan Petani (LKP)
Geliat perekonomian di wilayah pedesaan adalah sebuah dinamika yang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan khusus. Di tengah gencarnya arus modal besar di pasar internasional dan nasional, pelaku-pelaku usaha ekonomi dan para petani sebagai sumber penghasil produk tetap bertahan. Dalam pada itu, sebuah sistem pemantauan ketersediaan produk telah coba dibangun bersama oleh Combine Resource Institution (CRI) dan Yayasan Lestari Mandiri - Boyolali, di alamat website
http://pasartani.combine.or.id. Sebagai upaya untuk memperluas penerima manfaat sistem yang ada ini, maka kedua lembaga ini bersepakat untuk mengadakan sebuah workshop yang bertujuan untuk menjajagi dinamika yang terjadi di Pasar Tani dan Lembaga Keuangan Petani (LKP). Dari diskusi yang ada, nanti akan dirumuskan langkah-langkah penguatan yang dilakukan untuk Pasar Tani dan LKP.
Kegiatan ini akan diselenggarakan pada:
Hari, tanggal: Kamis, 14 Mei 2009
Tempat: Kantor Yayasan Lestari Mandiri, Boyolali
Agenda:
09.30 - 11.00 Perkenalan setiap peserta dan lembaga (visi, misi, pengalaman)
11.00 - 12.00 Kompilasi dan analisis terhadap paparan awal
12.00 - 13.00 Istirahat
13.00 - 14.30 Diskusi peran CRI dan Lestari Mandiri pada Pasar Tani dan LKP
14.30 - 16.00 Mensinergikan seluruh informasi untuk penyusunan strategi kegiatan 9 bulan ke depan
16.00 - 17.00 Pembagian peran dan rencana tindak lanjut
Fasilitator CRI:
- Ketut Sutawijaya - email: ketut[at]combine.or.id
- Isnu Suntoro - email: isnu[at]combine.or.id
- Elanto Wijoyono - email: joyo[at]combine.or.id
- Novi Erisa - email: novi[at]combine.or.id
selengkapnya
(6-10/05/2009) Workshop Penulisan Lumbung Daya
Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) di Jawa Tengah bersama Combine Resource Institution sejak beberapa tahun terakhir mencoba membangun sebuah sistem informasi berbasis internet yang dapat digunakan sebagai media berbagi pengetahuan. Dalam tahun 2009 ini, sebuah website sebagai salah satu alat pengembangan komunitas itu telah diluncurkan dengan tajuk Lumbung Daya, di alamat
http://ld.combine.or.id.
Sebagai upaya untuk lebih menguatkan visi dan misi pegiat Lumbung Daya dan secara teknis menguatkan kemampuan untuk menulis dan mengisikannya ke dalam website maka akan diadakan pelatihan menulis bagi anggota SPPQT. Kegiatan yang dilangsungkan secara berseri selama 5 hari ini akan mencoba memahamkan pentingnya Lumbung Daya sebagai alat pengembangan komunitas dan pegiatnya bisa berbagi peran dalam pengelolaannya. Nantinya, setiap peserta akan dilatih untuk memahami jenis tulisan, tanda baca, kata baku dan tidak baku. Lebih jauh, dari pelatihan ini diharapkan akan ada isi berita yang secara rutin terunggah ke dalam website Lumbung Daya.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
Hari, tanggal: Rabu, 6 Mei 2009 - Minggu, 10 Mei 2009
Tempat: Sekretariat SPPQT, Salatiga, Magelang; Gedongsongo, Semarang; Sragen
Agenda:
Rabu, 6 Mei 200911.00 - 13.00 Perjalanan ke Salatiga dari Yogyakarta
13.00 - 17.00 Diskusi dengan tim SPPQT tentang Lumbung Daya
Kamis, 7 Mei 200909.30 - 10.00 Penjelasan maksud dan tujuan pelatihan (di Paguyuban Gedong Songo, Kabupaten Semarang)
10.00 - 12.00 Penguatan visi Lumbung Daya sebagai media komunitas
12.00 - 13.00 Istirahat
13.00 - 15.00 Pemetaan isu terkait Lumbung Daya
15.00 - 15.30 Istirahat
15.30 - 17.00 Pembagian Peran antara SPPQT, paguyuban anggota, pengelola webiste, CRI
17.00 - 19.00 Istirahat
19.00 - 21.00 Penjelasan dan Ujicoba Sistem Aplikasi Lumbung Daya
Jumat, 8 Mei 200909.30 - 10.00 Penjelasan tentang Struktur Tulisan dan EYD
10.00 - 12.00 Evaluasi bersama terhadap hasil penulisan
12.00 - 13.00 Istirahat
13.00 - 14.00 Rencana Tindak Lanjut
Sabtu, 9 Mei 200909.30 - 10.00 Penjelasan maksud dan tujuan pelatihan (di Paguyuban Giri Manunggal, Sragen)
10.00 - 12.00 Penguatan visi Lumbung Daya sebagai media komunitas
12.00 - 13.00 Istirahat
13.00 - 15.00 Pemetaan isu terkait Lumbung Daya
15.00 - 15.30 Istirahat
15.30 - 17.00 Pembagian peran antara SPPQT, paguyuban anggota, pengelola website, dan CRI
17.00 - 19.00 Istirahat
19.00 - 21.00 Penjelasan dan Ujicoba Sistem Aplikasi Lumbung Daya
Minggu, 10 Mei 200909.30 - 11.00 Penjelasan tentang struktur tulisan dan EYD
11.00 - 12.00 Evaluasi bersama terhadap hasil penulisan (1)
12.00 - 13.00 Istirahat
13.00 - 14.30 Evaluasi bersama terhadap hasil penulisan (2)
14.30 - 15.00 Rencana Tindak Lanjut
Fasilitator CRI:
- Kiswiradat - email: kiswiradat[at]combine.or.id
- Ketut Sutawijaya - email: ketut[at]combine.or.id
- Mart Widarto - email: mart[at]combine.or.id
selengkapnya
(11/05/2009) Workshop Peninjauan Data Survei Kampung
Program pembangunan database komunitas di tingkat kelurahan melalui pemetaan sosial di Laweyan, Solo, Jawa Tengah telah memasuki tahap olah data. Kegiatan yang dikerjakan bersama oleh Combine Resource Institution, Konsorsium Solo, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dan peneliti asal Inggris John Taylor ini telah mensurvei tiga wilayah kelurahan di Kecamatan Laweyan sejak akhir April lalu, yakni Kelurahan Bumi, Sriwedari, dan Penumping.
Sebagai langkah pemenuhan partisipasi warga, data hasil survei itu akan ditinjau bersama, sebelum analisis dilakukan. Acara peninjauan data bersama ini akan diselenggarakan pada:
Hari, tanggal: Senin, 11 Mei 2009
Waktu: pk 19.00 - 21.00
Tempat: Aula Kantor Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah
Peserta:
- Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) setempat
- Karang Taruna setempat
- perwakilan RT, RW, dan PKK
Hasil peninjauan data dalam acara ini akan menjadi bekal penyempurnaan data dan analisis yang dilakukan selanjutnya.
Kontak kegiatan:
- John Taylor (Peneliti Urban Observatory)
- Elanto Wijoyono (Combine Resource Institution)
- Ahmad Rifai (Konsorsium Solo)
- Kusumaningdyah Rully (Jur. Arsitektur Fakultas Teknik UNS)
selengkapnya
(17-18/04/2009) Workshop Peninjauan Website Konekcraft dan Asppuk
Combine Resource Institution (CRI) telah memfasilitasi pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi berbasis internet pada dua kelompok perajin di Bantul dan Klaten, yakni Konekcrat dan Asppukk. Pada bulan keempat ini, dua situs wesbite telah dibangun dan dikembangkan, yakni
http://asppuk.combine.or.id dan
http://uniartisan.com. Sebelum menginjak langkah pemanfaatan dan publikasi yang lebih meluas, CRI mengagendakan sebuah seri workshop untuk mematangkan pemahaman kedua kelompok di atas pada manfaat website dan memberikan pelatihan bagi calon administrator dalam mengelola website.
Dalam kegiatan ini nantinya, langkah pertama adalah melihat kondisi website terkini. Lalu, secara teknis para peserta workshop akan dipahamkan cara untuk mengubah, menambah, mengurangi, dan menyunting isi website. Secara umum, tahap ini adalah ujicoba untuk website yang telah disempurnakan. Usai pelatihan tersebut dilakukan kemudian akan disusul dengan diskusi penentuan rencana tindak lanjut.
Workshop ini akan diselenggarakan pada:
Hari, tanggal: 17 - 18 April 2009
Tempat: Bantul
Agenda:
Jumat, 17 April 2009
09.00 - 09.30 Penjelasan tujuan pelatihan dan pre-test
09.30 - 10.30 Pengenalan website
10.30 - 12.00 Melihat kondisi website terkini
12.00 - 13.00 Istirahat
13.00 - 14.30 Melengkapi isi dan fitur website (1)
14.30 - 15.00 Istirahat
15.00 - 17.00 Melengkapi isi dan fitur website (2)
17.00 - 19.00 Istirahat
19.00 - 21.00 Pelatihan unggah isi website (1)
Sabtu, 18 April 2009
08.30 - 09.30 Pelatihan unggah isi website (2)
09.30 - 10.30 Ujicoba website yang telah disempurnakan
10.30 - 11.30 Rencana Tindak Lanjut
11.30 - 12.00 Penutup
Fasilitator CRI:
- Kiswiradat - email: kiswiradat[at]combine.or.id
- Rahmat Hafidz - email: inyong[at]combine.or.id
- Hendra Indriyadi - email: adahendra[at]combine.or.id
- Mart Widarto - email: mart[at]combine.or.id
selengkapnya
(28/03/2009) Workshop Jaringan Informasi Lingkar Merapi
Kawasan Merapi memiliki keberagaman potensi alam dan budaya yang kaya. Keberadaannya yang melingkupi empat wilayah kabupaten itu, yakni Sleman, Klaten, Boyolali, dan Magelang itu memunculkan konsekuensi pengelolaan kawasan kaki gunungapi yang harus selalu sinergis, terkait satu sama lain. Berbagai upaya kerjasama pengelolaan kawasan telah dibangun, baik oleh pemerintah daerah maupun oleh kelompok-kelompok masyarakat yang bermukim dan menaruh perhatian pada potensi Merapi.
Upaya saling berbagi informasi dan pengetahuan di antara pihak-pihak yang punya kaitan dengan alam dan budaya Merapi menjadi penting untuk dilakukan, mengingat kawasan ini juga termasuk dalam wilayah yang dilindungi dan cukup rentan terhadap ancaman bencana alam.
COMBINE Resource Institution (CRI) bermaksud menggelar sebuah workshop dengan mengundang para pihak yang terkait dengan isu Merapi untuk duduk bersama menggali lebih dalam potensi kawasan tersebut dan mencari kesepahaman bersama dalam pengelolaannya. Dengan menggunakan pendekatan pengelolaan data dan informasi antar pihak, workshop ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem informasi Merapi berbasis masyarakat yang selalu terbarui dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak.
Agenda:
- Curah pengalaman setiap kelompok
- Presentasi pembicara
- Workshop perencanaan program kegiatan jaringan informasi lingkar Merapi
Workshop ini akan dilaksanakan pada:
Hari, tanggal: Sabtu, 28 Maret 2009
Pukul: 09.00 - 15.00
Tempat: Ruang Audiovisual Jurusan Komunikasi Lantai 3 Gedung Unit 18 Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km 14 Sleman, D.I. Yogyakarta
Pembicara:
- Dewi Sri Sumarti (Balai Penelitian dan Pengembangan teknologi Kegunungapian Yogyakarta, Forum Merapi) - Sistem Peringata Dini Merapi
- Akhmad Nasir (Direktur Combine Resource Institution) - Menjalinkan para Pihak dalam Pengelolaan Kawasan Merapi melalui Pembangunan Sistem Informasi
Peserta:
- Radio Komunitas Lintas Merapi FM (Deles, Klaten)
- Radio Komunitas Balegama FM (Balerante, Klaten)
- Radio Komunitas K FM (Muntilan, Magelang)
- Radio Komunitas Sutet FM (Magelang)
- Radio Komunitas DRR FM (Magelang)
- Radio Komunitas MMC FM (Selo, Boyolali)
- Komunitas Seni Tutup Ngisor
- Komunitas Seni Bandung Bondowoso
- Rumah Pelangi
- PASAG Merapi
- Komunitas 407
- Karang Taruna Kinahrejo (Sleman)
- DRR
- Forum Rakyat Boyolali / FORABI
- Dinas P3BA Kabupaten Sleman
- SDN Tarakanita, Tritis (Turgo, Sleman)
- Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta
Fasilitator CRI:
- Budhi Hermanto - email: budi[at]combine.or.id
- Elanto Wijoyono - email: joyo[at]combine.or.id
- Kiswiradat - email: kiswiradat[at]combine.or.id
- Mart Widarto - email: mart[at]combine.or.id
selengkapnya
(25 & 28 /03/2009) Sosialisasi Open Source Software di Lingkungan Pemerintah Daerah
Program Sosialisasi dan Migrasi
Open Source Software di wilayah D.I. Yogyakarta yang digiatkan oleh Combine Resource Institution, Kelompok Pengguna Linux (KPLI) Yogyakarta, dan Pusat Pendayagunaan Open Source Software (POSS) Universitas Gadjah Mada telah memasuki akhir bulan ketiga. Kegiatan yang didukung oleh Kementerian Riset dan Teknologi, Hivos, dan diorganisasikan oleh Yayasan AirPutih ini masih menyisakan beberapa agenda sosialisasi, yang kemudian akan dilanjutkan dengan tahap assessment, migrasi, dan pendampingan.
Pada akhir bulan Maret ini, ada dua agenda sosialisasi yang ditujukan kepada lingkungan kantor pemerintah daerah di wilayah D.I. Yogyakarta. Agenda tersebut meliputi:
Sosialisasi di Dinas Pendidikan Provinsi D.I. YogyakartaHari, tanggal: Rabu, 25 Maret 2009
Pukul: 09.00 - 11.00
Tempat: Jl. Cendana No. 9 Yogyakarta
Peserta: staf Dinas Pendidikan Prov. D.I. Yogyakarta
Sosialisasi Perangkat Lunak Open Source bagi Pemerintah Kota YogyakartaHari, tanggal: Sabtu, 28 Maret 2009
Pukul: 08.30 - 11.30
Tempat: Jogja National Museum (Lantai 2) Jl. Amri Yahya No. 1 Yogyakarta
Peserta: staf lembaga-lembaga Pemerintah Kota Yogyakarta
Pelaksanaan proses migrasi dan pendampingan penggunaan perangkat lunak open source ini masih berlangsung hingga bulan Juni 2009. Sebagai sebuah
pilot project, hasil pembelajaran dari proses yang berlangsung di D.I. Yogyakarta dan Nanggroe Aceh Darussalam ini akan diterapkan pula di daerah-daerah lain di Indonesia.
Kontak kegiatan:
Elanto Wijoyono - email:
joyo[at]combine.or.idselengkapnya
(11 - 18 /03/2009) Ujicoba dan Pelatihan Sistem Informasi Online Pengembangan Lumbung Daya
bersama kelompok tani anggota Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) di Salatiga, Jawa Tengah