Diskusi Gerilya Pustaka dari Desa

Gerilya Pustaka dari Desa : Berbagi kisah literasi dari, oleh, dan untuk warga

Gerilya Pustaka dari Desa : Berbagi kisah literasi dari, oleh, dan untuk warga

Combine Resource Institution (CRI) akan menggelar diskusi seputar gerilya pustaka dari desa pada Kamis (08/06) pukul 14.30 di Limasan CRI, Jalan KH Ali Maksum No 183 Pelemsewu Panggungharjo Sewon Bantul. Acara ini dihelat sebagai refleksi untuk melihat kembali upaya mewujudkan peran literasi yang dilakukan oleh para pegiat literasi di desa seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM), perpustakaan desa, maupun media komunitas. Diskusi ini akan menghadirkan Jumadi (Radio Komunitas Wijaya FM), Heni Wardaturrohmah (Forum Taman Bacaan Masyarakat DIY), serta Susilo (Perpustakaan Desa Widodomartani, Ngemplak Sleman). Ketiganya akan bercerita mengenai berbagai usaha dalam menggiatkan literasi pada masyarakat.

Saat ini, literasi di Indonesia memang masih rendah. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada 2016 lalu. Studi tersebut menyatakan bahwa peringkat minat baca Indonesia hanya menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Salah faktor paling mendasar yang mengakibatkan rendahnya minat baca adalah minimnya akses terhadap buku bacaaan, terutama di desa, daerah pinggiran, dan daerah terpencil. Padahal, ketersediaan buku bacaan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat cukup efekif untuk menumbuhkan minat baca. Hadirnya minat baca yang tinggi dalam masyarakat tentunya akan mendorong warga untuk memiliki kemampuan memahami informasi.

Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan masyarakat untuk bisa membaca dan menulis. Kemampuan memahami informasi dengan baik juga menjadi salah satu tanda pentingnya peningkatan literasi. Hal terseut penting karena di era digital saat ini, fenomena hoaks, berita bohong, dan ujaran kebencian yang marak terjadi dapat dicegah dan diantisipasi dengan kemampuan memahami informasi yang baik. Selain itu, era digital juga menandai bahwa setiap orang tidak hanya akan menjadi konsumen tetapi juga produsen informasi. Oleh karena itu, warga perlu dibekali kemampuan untuk memilah dan memilih informasi baik untuk dirinya sendiri maupun untuk ia sebarluaskan.

Melalui acara ini, diharapkan terjadi pertukaran informasi dari berbagai komunitas baik TBM, perpustakan desa maupun media komunitas untuk terus meningkatkan upaya dalam menggiatkan literasi. Dalam hal ini, para audiens diharapkan mendapatkan gambaran mengenai upaya-upaya literasi yang dapat dilakukan sehingga dapat dijadikan percontohan. Selain itu, melalui diskusi yang akan dilakukan juga dapat dipetakan tantangan dan potensi masing-masing media untuk merumuskan tingkat lanjut kolaborasi kegiatan ke depan. (LPD)

You may also like...