Workshop Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi di Bumijo, Yogyakarta

2017 03 26 Workshop Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi di Bumijo

Data desa/kelurahan yang akurat dan kuat merupakan kebutuhan utama dalam pembangunan apapun, baik fisik dan non fisik. Hal tersebut disampaikan oleh Wahyu Triana selaku Ketua Karang Taruna Kelurahan Bumijo, Kota Yogyakarta. Menurutnya, data yang ada sekarang ini bukan milik masyarakat maupun pemerintah kelurahan, hanya disetorkan ke atas.

Berdasar hal tersebut, Combine Resource Institution (CRI) yang diwakili oleh Elanto Wijoyono bersedia berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam memanfaatkan informasi dan dokumentasi pada Workshop Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi yang diselenggaarakan oleh Pemerintah Kelurahan Bumijo pada Minggu, 26 Maret 2017.

“Kegiatan workshop ini merupakan ususlan adik-adik karang taruna yang masuk dalam Musrenbang tahun 2016/2017 karena karang taruna ingin memiliki database dan website”, ucap Surati Rini Widarti, Lurah Bumijo dalam sambutannya.

Elanto Wijoyono membagikan pengalaman terkait inisiatif Sistem Informasi Desa (SID). SID merupakan seperangkat alat dan proses untuk mengelola sumberdaya berbasis komunitas. Inisiatif SID ini membutuhkan kolaborasi bersama antara warga, pemerintah desa/kelurahan dan kelembagaan pemerintah desa.

Inisiatif tentang informasi dan dokumentasi pun tak hanya melalui SID. Ketika erupsi Merapi, pengalaman Jalin Merapi dengan inisiatif tata kelola informasi dalam konteks mitigasi bencana pun turut dibagikan. Salah satunya dengan pemanfaatan SMS Gateway. Saat itu, SMS merupakan media yang paling mudah untuk membagikan informasi tentang Merapi. Sayangnya, saat ini SMS Gateway ini banyak digunakan untuk menyebarkan hoaks.

Selain CRI, Wahyu Utami yang merupakan CEO HRC Jogja turut membagikan pengalaman tentang perencanaan dalam membangun sebuah kawasan. Menurutnya, perencanaan ini juga memerlukan komitmen yang kuat. Contohnya ketika warga setuju untuk membangun sesuatu pada petak tanah tertentu perlu dipastikan kembali tentang status tanahnya.

Kegiatan ini diikuti sekitar dua puluh satu orang laki-laki dan perempuan dari Karang Taruna Kelurahan Bumijo, mahasiswa, serta perwakilan dari HRC Jogja dan CRI.

You may also like...