Selamat Hari Air Sedunia

2017 03 22 Akrobat Pemerintah Pasca Putusan MA Semen Rembang

Hari air sedunia tahun ini ditandai dengan berita duka atas meninggalnya Ibu Patmi (48 th), perempuan penjaga Kendeng. Bersama Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), dengan berani dan teguh ia menyampaikan sikapnya menolak pembangunan pabrik semen di Rembang. Ia menolak karena memahami bahwa aktivitas pabrik semen akan berdampak buruk pada lingkungan, termasuk yang paling vital berupa rusaknya mata air yang banyak terdapat di kawasan karst pegunungan Kendeng.

Air adalah kebutuhan vital bagi kehidupan. Pada 2010, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mendeklarasikan air bersih dan sanitasi sebagai hak asasi manusia. Indonesia menjadi salah satu negara yang menyetujui resolusi tersebut.

Setiap warga yang berjuang melindungi lingkungan dan mata air tidak saja melindungi keluarga maupun desanya, tetapi juga melindungi sistem kehidupan yang lebih luas. Oleh karena itu, upaya warga melindungi mata air seperti yang dilakukan Ibu Patmi bersama JMPPK harus didukung penuh.

Hak asasi atas air tidak akan pernah terwujud jika pemerintah baik di level desa, provinsi hingga nasional abai, dan justru memberikan izin bagi industri yang merusak lingkungan untuk beroperasi dengan leluasa demi alasan investasi dan pertumbuhan ekonomi. Negara bertanggung jawab memenuhi hak asasi warga. Oleh karena itu, pemerintah harus menghentikan seluruh industri yang telah maupun berpotensi merusak lingkungan. (ISW)

You may also like...