Diskusi Publik: Melawan Hoax Ala Media Komunitas

Poster Media Komunitas Melawan Hoax

YOGYAKARTA – Keterlibatan warga sangat dibutuhkan guna membendung banjir informasi palsu atau hoax. Media komunitas yang mewadahi pertukaran informasi antarwarga bisa menjadi sarana untuk meningkatkan keterlibatan warga dalam upaya melawan hoax.

Jauh sebelum upaya melawan hoax menjadi perhatian berbagai pihak, penggiat media komunitas di berbagai daerah telah melakukan upaya tersebut dengan cara menginformasikan berbagai peristiwa berbasis fakta yang terjadi di lingkungan sekitar mereka. Kehadiran media komunitas itu tidak hanya membuat warga memiliki sumber informasi lokal yang bisa dipercaya, namun juga merangsang warga untuk menjadi lebih kritis dalam menyaring informasi yang beredar di berbagai media.

Kini, kian masifnya peredaran hoax khususnya di media online dan media sosial membuat berbagai pihak menaruh perhatian serius terhadap upaya melawan hoax. Deklarasi masyarakat anti hoax muncul di sejumlah wilayah. Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan menutup media-media online yang dianggap menjadi penyebar hoax. Sejalan dengan itu, Dewan Pers juga turut serta dalam upaya melawan hoax dengan rencananya untuk memberikan label bagi media-media yang dianggap abal-abal guna menghalau penyebaran hoax.

Upaya penertiban media abal-abal oleh Dewan Pers perlu diapresiasi. Meskipun demikian, jika tidak dilakukan dengan cermat, upaya itu berpotensi melemahkan upaya media komunitas dalam memberikan informasi lokal yang bisa dipercaya di lingkungannya masing-masing. Sebab jika merujuk pada syarat-syarat penertiban media dari Dewan Pers, sebagian besar media komunitas tidak akan mampu memenuhinya, khususnya terkait syarat berbadan hukum, modal dan kemampuan menggaji wartawan. Ini karena dunia media komunitas berbeda dengan dunia perusahaan pers. Media komunitas digerakkan oleh para warga relawan. Sedangkan dalam hal penerapan pedoman jurnalistik, banyak penggiat media komunitas yang telah memahami dan menerapkannya. Mereka telah memberikan sumbangsih nyata bagi komunitasnya masing-masing, termasuk dalam upaya melawan hoax.

Melihat kondisi tersebut, diperlukan sebuah forum bersama guna mempertemukan para penggiat media komunitas dengan berbagai pihak yang terlibat dalam upaya melawan hoax. Untuk itu, Combine Resource Institution mengadakan diskusi publik bertajuk “Media Komunitas Melawan Hoax” yang akan digelar pada Sabtu, 4 Februari 2017, pukul 09.00 – 14.00 WIB di Ruang Bulaksumur, University Club, UGM Yogyakarta. Akan hadir sebagai narasumber: Ahmad Djauhar (Wakil Ketua Dewan Pers), Suwarjono (Ketua Aliansi Jurnalis Independen Indonesia), Ahmad Rofahan (Media Komunitas Jingga Media), dan Imung Yuniardi (Combine Resource Institution). Diskusi publik ini didukung oleh para penggiat media komunitas yang tergabung dalam suarakomunitas.net dan Radio Buku.

Ferdhi Fachrudin Putra selaku ketua panitia diskusi menjelaskan, forum bersama tersebut bertujuan mendorong warga agar lebih cermat dalam menyikapi informasi yang beredar di internet, salah satunya dengan tidak turut serta menyebarkan hoax. “Forum ini semoga bisa mendorong  penggiat media komunitas untuk semakin aktif menjadi ujung tombak dalam melawan hoax melalui media komunitasnya masing-masing. Kami berharap forum ini menjadi awal yang baik bagi kolaborasi antara berbagai pihak dalam upaya literasi media,” tambahnya, Kamis (2/ 2).

You may also like...