Menilik Kembali Penerapan SID di Temanggung

Combine Resource Institution menilik kembali proses pembangunan dan pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada Jumat, 20 Mei 2016. Inisiatif pembangunan dan pemanfaatan dimulai pada 2011 di Desa Kandangan. Proses tersebut mendapat respon positif dari Bappeda Kabupaten Temanggung yang selanjutnya diperluas inisiatifnya ke 4 kecamatan (Kecamatan Bulu, Bejen, Gemawan, dan Kedu) di Kabupaten Temanggung. Proses pembangunan dan penerapan pun akhirnya semakin masif karena masuk dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sejumlah perguruan Tinggi.

Pada pertengahan tahun 2013, SID di Kabupaten Temanggung yang dipelopori oleh Desa Kandangan di Kecamatan Kandangan dan Desa Mondoretno di Kecamatan Bulu dipaparkan di hadapan Bupati Temanggung dan mendapatkan respon yang baik. Kesiapan antar SKPD pun dibangun. SID masuk dalam RPJMD Kabupaten Temanggung, sehingga proses perencanaan dan penganggarannya dalam rencana kerja pemerintah kabupaten bisa dilakukan. Secara teknis, proses pembangunan dan pendampingan SID diserahkan tugasnya kepada Dishubkominfo Kabupaten Temanggung. Bappeda Kabupaten Temanggung berperan melakukan komunikasi koordinasi dan konsolidasi dengan para pihak (sinergi antar SKPD) di tingkat kabupaten dan provinsi dalam menyusun roadmap SID bersama.

Memasuki tahun 2014 dan 2015, Pemerintah Kabupaten Temanggung mencoba langsung melakukan pembangunan SID di 100 desa, mencakup 4 kecamatan. Namun, sayangnya, proses ini hanya diampu oleh tim teknis dari Dishubkominfo saja, sehingga mereka hanya bisa mengisi aspek pelatihan teknis di tahap awal. Proses pendampingan penerapan pemanfaatan SID di tingkat desa dalam jangka waktu tersebut tidak bisa difasilitasi secara optimal karena memang ruang itu ada di luar fungsi Dishubkominfo.

Hal tersebut berdampak belum terlihatnya aspek kebermanfaatan SID. Investasi pada aspek teknologi/teknis oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung dengan mempersiapkan server SID untuk desa belum bisa menunjukkan bukti korelasinya dengan capaian pemanfaatan SID di tingkat desa. Padahal, pada aspek perencanaan di tingkat kabupaten, proses di Kabupaten Temanggung ini cukup ideal untuk menguatkan legitimasi SID dalam perencanaan jangka menengah daerah. Namun, tidak adanya pihak yang mampu mengisi proses pengawalan pemanfaatannya di tingkat desa menjadikan rencana besar pembangunan SID di Kabupaten Temanggung masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus dilihat kembali faktor-faktor pengaruhnya.

You may also like...