Kunjungan Belajar Universitas Osaka, Jepang

Combine Resource Institution (CRI) menerima kunjungan belajar GLOCOL (Global Collaboration Center) Universitas Osaka dari Jepang pada Rabu-Selasa, 02-08 September 2015. Studi lapangan ini akan dipusatkan ke lokasi komunitas yang menjadi fokus dampingan CRI dan FMYY Jepang pada  program peningkatan kapasitas pengurangan risiko bencana (PRB) dan penanggulangan bencana berbasis komunitas di desa sekitar Gunung Merapi, Jawa Tengah dan pemanfaatan media komunitas untuk menunjang ekowisata di kawasan Borobudur, Magelang.

Erupsi pada akhir tahun 2010 lalu merupakan letusan terbesar dalam satu abad terakhir, menyebabkan hampir 300an nyawa warga lereng Merapi terenggut. Maka diperlukan sebuah tata kelola situasi darurat yang tepat sebagai upaya penanganan korban bencana dan pengungsi. Warga mengorganisir diri dengan bekal pengetahuan penanganan kebencanaan dalam kaitan pengurangan resiko bencana berbasis pengalaman komunitas ketika menghadapi bencana. Pengalaman dalam penanganan bencana erupsi Merapi tersebut juga terkandung penguatan kearifan lokal dan budaya. Sebagai wujud dari kemauan masyarakat di kawasan rawan bencana untuk mendalami kondisi lingkungannya, terbentuklah kesadaran untuk memanfaaatkan media yang sesuai dengan kebutuhan masyatakat, seperti halnya radio komunitas. Untuk itu, kunjungan studi ini salah satunya dipusatkan di sini agar peserta mendapatkan pengalaman PRB dan penanggulangan bencana.

Pariwisata berbasis masyarakat tidak berarti merupakan upaya kecil dan lokal semata, tetapi perlu diletakkan dalam konteks kerjasama masyarakat secara global. Dari beberapa ulasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pariwisata berbasis masyarakat adalah pariwisata dimana masyarakat atau warga setempat memainkan peranan penting dan utama dalam pengambilan keputusan mempengaruhi dan memberi manfaat terhadap kehidupan dan lingkungan mereka. Dalam konsep pariwisata berbasis masyarakat terkandung didalamnya adalah konsep pemberdayaan masyarakat, upaya pemberdayaan masyarakat pada hakikatnya selalu dihubungkan dengan karakteristik sasaran sebagai suatu komunitas yang mempunyai ciri, latar belakang, dan pemberdayaan masyarakat, yang terpenting adalah dimulai dengan bagaimana cara menciptakan kondisi suasana, atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat untuk berkembang. Dalam mencapai tujuan pemberdayaan, berbagai upaya dapat dilakukan melalui berbagai macam strategi, salah satunya melalui pemanfaatan media komunitas.

Kegiatan studi lapangan ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa dari Universitas Osaka dan perwakilan dari FMYY Jepang. Tujuan dari kegiatan ini adalah peserta mengetahui upaya-upaya yang dilakukan komunitas dalam meningkatkan kesadaran serta pengetahuan pengurangan risiko bencana melalui pemanfaatan media serta jejaring sosial.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi pertukaran gagasan antara komunitas lokal serta peserta studi lapangan terkait pengetahuan dan pengalaman dalam membangun dan mengembangkan jejaring informasi berbasis komunitas.

You may also like...