Gelar Pelatihan Fasilitator SID Untuk Kebencanaan

Kota Batu, Bhirawa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bekerjasama dengan Kelud Recovery Support Project – United Nations Development Programme (UNDP) mengadakan Pelatihan Fasilitator Sistem Informasi Desa (SID) untuk Kebencanaan yang dilaksanakan di Hotel Kusuma Agrowisata, Kota Batu. Acara Pelatihan Fasilitator SID untuk Kebencanaan yang dibuka oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kabid RR) BPBD Kabupaten Malang, Ir Atok Irianto, MSi, kemarin.

Kegiatan diikuti oleh 15 orang dari perwakilan Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, perwakilan Pemerintah Kecamatan Ngantang dan Kecamatan Kasembon, Bappeda Kabupaten Malang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang dan Dishubkominfo Kabupaten Malang.

Dalam sambutannya, Atok  mengatakan, menyambut baik program pengembangan SID untuk kebencanaan yang dilakukan di dua desa percontohan yaitu Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang dan Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon. Diharapkan program ini dapat dikembangkan di desa-desa lain yang rawan bencana sebagai kesiapsiagaan data dalam menghadapi bencana. Ia menambahkan, SID ini diharapkan tidak hanya dijadikan kesiapsiagaan data, tetapi bisa dimanfaatkan untuk semua siklus bencana yaitu saat pra-bencana, saat bencana dan pasca-bencana.

Acara ini didampingi oleh 3 (tiga) orang pelatih yaitu Mart Widarto dari UNDP, Elanto Wijoyono dari LSM Combine Resource Institution (CRI) dan Triyono Aswad dari Pengelola SID Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Dalam paparannya, Mart Widarto menyampaikan, kegiatan ini diharapkan peserta memahami konsep dan visi SID sebagai upaya kesiapsiagaan data untuk kebencanaan serta memfasilitasi penggunaan dan pemanfaatan Aplikasi SID di desa masing-masing. Elanto Wijoyono pelatih yang juga seorang aktivis di Jogjakarta mengatakan, SID ini pertama kali dikembangkan di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten yang merupakan desa yang berbatasan langsung dengan Gunung Merapi, pada tahun 2009 bersama dengan LSM CRI.

“Pada tahun 2010 pada saat erupsi Merapi, Pemerintah  Desa Balerante memanfaatkan SID ini untuk pelayanan pemerintahan darurat di tempat pengungsian. Selain itu juga sebagai rujukan data bantuan dari pemerintah dan penggantian ternak yang mati. Karena di dalam SID ini ada database kependudukan dan database aset, termasuk data ternak,” terang Joyo sapaan akrabnya, Minggu (6/9) kemarin.

Selanjutnya Triyono Aswad memaparkan pemanfaatan SID untuk mendukung program Desa Bersaudara (Sister Village) antara desa yang akan mengungsi dengan desa yang menerima pengungsi. Ia menambahkan, dengan SID ini database kependudukan dan asset dapat dijadikan rujukan dalam penanganan pengungsian ketika terjadi Erupsi Merapi.

Salah seorang peserta dari Desa Pondokagung, Sudarmanto (48) menyambut gembira kegiatan pelatihan SID. Sebab kegiatan ini yang akan mempermudah pemerintah desa dalam mempercepat pelayanan publik serta penyediaan data kebencanaan dengan cepat dan tepat.  [sup]

Sumber : http://harianbhirawa.co.id/2015/09/gelar-pelatihan-fasilitator-sid-untuk-kebencanaan/

You may also like...