Training of Trainer Sistem Informasi Desa Kabupaten Lombok Tengah

Combine Resource Institution (CRI) mengadakan Training of Trainer/ToT (Pelatihan untuk Pelatih) Sistem Informasi Desa (SID) pada Senin-Selasa, 25-26 Mei 2015. Pelatihan ini diikuti oleh 24 orang perwakilan dari Berugak Dese, Konsorsium LSM/OMS Kabupaten Lombok Tengah, Administrator/Operator SID dari desa percontohan, fasilitator desa, fasilitator lapangan, dan TKPKD Kabupaten Lombok Tengah.

Agenda program penerapan integrasi Sistem Informasi Desa (SID) dan inisiatif Open Data di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat bersama Berugak Dese di 4 desa percontohan kini telah memasuki tahun kedua. Proses program pembangunan dan penerapan manfaat SID yang dikelola oleh Berugak Dese akan disinergikan dengan program yang sama yang dikelola oleh Konsorsium LSM.

Program yang dikelola oleh Konsorsium tersebut fokus pada penerapan Analisis Kemiskinan Partisipatif (AKP) dan Poverty Resource Center (PRC). SID kemudian dimasukkan sebagai bagian dari kegiatan program tersebut. PRC sendiri memiliki sistem data yang telah disediakan oleh SAPA, yakni Statplanet. Namun, PRC tetap mendorong dilakukannya olah data dengan SID di tingkat desa untuk kepentingan desa.

Tim PRC Kabupaten Lombok Tengah memandang bahwa Fasilitator Lapangan di tingkat kecamatan (12 orang sesuai jumlah kecamatan di Lombok Tengah) adalah pihak yang harus dibekali pengetahuan SID secara kuat terlebih dahulu. Para Fasilitator Lapangan (FL) ini yang kemudian akan bisa ditugaskan untuk melakukan pelatihan SID lebih lanjut kepada Fasilitator Desa (Fasdes) dan operator desa. PRC berharap konsorsium akan mengawal penerapan SID, termasuk perencanaan penganggaran desa untuk SID.

Untuk menuju langkah lebih lanjut, skema ToT tetap dipandang penting untuk bisa memahamkan setiap aspek SID secara utuh kepada fasilitator penerapan SID di Lombok Tengah. Skema TOT ini juga akan dilakukan untuk memudahkan tahap replikasi SID di 24 desa di 2 kecamatan (Kecamatan Kopang dan Kecamatan Jonggat), sehingga proses program hingga Desember 2015 ini juga akan memunculkan model yang tidak terbatas pada 4 desa, tetapi utuh melingkupi seluruh desa di dua kecamatan tersebut. Keutuhkan itu penting untuk menunjukkan aliran data dan koordinasi yang terjadi dari tingkat desa hingga supradesa dan sebaliknya. Harapannya, ToT SID ini akan menjadi ruang bagi semua pihak di Lombok Tengah untuk menyatukan hal-hal detail dari proses kerja bersama penerapan SID.

You may also like...