Sosialisasi Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) dan Pelatihan Produksi ILM untuk Radio Komunitas

Combine Resource Institution (CRI) bekerja sama dengan Lembaga AruPa menggelar sosialisasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) sekaligus pembuatan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) tentang SLVK tersebut bagi radio komunitas pada Jumat-Sabtu, 29-30 Mei 2015. Sosialisasi dan pelatihan ini diikuti oleh sembilan radio komunitas di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Lintas Merapi FM, Ilham FM, Suara Tani FM, Kalimas FM, Geminastiti FM, Faster FM, Mandiri FM, Radekka FM, dan PPK Sragi FM mengirimkan satu perwakilannya untuk mengikuti acara ini. Acara ini diselenggarakan di Kantor CRI, Jl. KH Ali Maksum No.183 Pelemsewu Sewon Bantul.

Menurut data dari WWF laju kehilangan dan kerusakan hutan pada tahun 2000-2005 di Indonesia setara dengan 364 lapangan bola/jam. Pembalakan liar yang terjadi secara besar-besaran di Indonesia dijawab oleh Kementerian Kehutanan dengan mengeluarkan kebijakan penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) pada seluruh keluaran hutan yang berupa kayu, melalui Peraturan Menteri Kehutanan No. P.43/Menhut-II/2014 jo P.95/Menhut-II/2014. Pada produk-produk yang diekspor, SVLK menjadi sangat penting karena berdasar Kesepakatan Kemitraan Sukarela (VPA) antara pemerintah Indonesia dengan Uni Eropa pada tahun 2013, produk kayu ekspor harus berasal dari sumber yang legal. SVLK menjadi wajib bagi semua kesatuan pengelolaan hutan dan industri hasil hutan.

Namun dari berbagai kajian, implementasi SVLK pada usaha kayu skala kecil masih sangat rendah. Padahal, industri perkayuan dan hasil hutan lainnya telah menjadi penopang perekonomian sebagian masyarakat. Sejumlah faktor yang mungkin menjadi menyebab adalah informasi mengenai SVLK yang tidak sampai ke masyarakat di tingkat bawah, prosedur yang panjang dan biaya yang mahal. Jika saja pemahaman tentang SVLK dapat mencapai masyarakat secara luas, khususnya kepada pihak-pihak langsung berkaitan dengan usaha perkayuan, maka industri perkayuan khususnya skala kecil akan berkembang ke skala yang lebih besar dengan konsumen lebih luas.

Minimnya pemahaman masyarakat terhadap legalitas kayu dan produk hutan salah satunya disebabkan oleh kurang tersedianya konten informasi tentang SVLK di media massa. Di lain pihak, radio komunitas sebagai media yang paling dekat dengan masyarakat dapat menjadi media yang paling efektif untuk mendekatkan informasi mengenai SVLK. Radio komunitas bisa menjadi salah satu sarana sosialisasi yang efektif. Informasi yang disiarkan melalui radio bisa lebih mudah dicerna oleh masyarakat pedesaan, terutama bagi mereka yang kurang terbiasa dengan aktivitas membaca. Dengan demikian, para pelaku kehutanan di bagian hulu yang kebanyakan tinggal di wilayah pedesaan akan lebih mudah menerima informasi yang disiarkan melalui radio komunitas.

Agar ada pemahaman yang sama tentang isu hutan, perkayuan, dan SVLK maka para pengelola radio komunitas perlu dibekali dengan pelatihan yang berfokus pada pengelolaan informasi tentang hutan dan perkayuan. Diharapkan dari informasi yang diperoleh mengenai seluk beluk SVLK, pegiat radio komunitas mitra program dapat membuat / memproduksi iklan layanan masyarakat (ILM) dan menulis berita tentang isu terkait yang akan disiarkan di sembilan radio komunitas selama 5 bulan program hingga September 2015.

You may also like...