Juli, Semua Desa di Gunungkidul Terapkan SID

Gunungkidul, SK – Penerapan Sistem Informasi Desa (SID) di semua desa di Gunungkidul semakin dikebut pemerintah kabupaten setempat. Semua desa di Gunungkidul diharapkan sudah menerapkan sistem ini sebelum 27 Juli 2015 nanti.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri pelatihan SID di aula kantor Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, (16/4). “Sebelum 27 Juli nanti, semoga SID akan bisa dilaunching serentak di 144 desa di Gunungkidul oleh gubernur DIY,” ujar Immawan dalam sambutannya.

Penerapan SID ini akan membantu memperbaiki permasalahan data yang kerap terjadi seperti saat pembagian bantuan Raskin (beras untuk rakyat miskin). Bappeda Gunungkidul mencatat, pendataan warga kurang mampu selama ini masih belum valid sehingga bantuan dari pemerintah sering tidak tepat sasaran.

“Tidak validnya data karena ketidakjujuran responden dan keterbatasan petugas BPS (Badan Pusat Statistik-red), sehingga saat pengklasifikasian ada warga yang seharusnya masuk dalam daftar mendapat bantuan, jadi tidak masuk, dan sebaliknya,” papar Joko Hardiyanto, selaku Kepala Sub Bidang Data BAPPEDA Gunungkidul, (16/4).

SID memudahkan pemerintah desa sebagai user (pengguna) untuk bisa memperbarui data-data kependudukan secara berkala. Pembaruan ini membuat data semakin valid dan akurat sehingga dapat digunakan sebagai basis data untuk menganalisis kemiskinan.

Sistem ini membuat pelayanan publik seperti pengurusan surat-surat masyarakat menjadi semakin mudah dan cepat. Dengan SID, masyarakat yang ingin mengurus surat kematian misalnya, hanya membutuhkan waktu tak kurang dari 5 menit. Tentu saja, cara tersebut jauh lebih cepat dari cara manual yang menghabiskan waktu hingga berjam-jam.

Tak hanya dimanfaatkan untuk analisis kemiskinan dan pelayanan publik, sistem ini juga memungkinkan pemerintah desa untuk memajang produk-produk unggulan desa. Bahkan, informasi tentang kegiatan-kegiatan desa, semisal kerja bakti dan rapat desa juga dapat diunggah dalam sistem ini melalui web desa.

Sebagai aplikasi open source yang dapat dijalankan baik offline maupun online, SID mudah untuk dioperasikan penggunanya. Para peserta pelatihan dapat langsung menerapkan sistem ini tanpa kesulitan berarti.

“Tinggal ngetik, hasilnya sudah keluar dalam beberapa detik. Lebih cepat dari biasanya. Kalau mau bikin undangan rapat pun, tinggal klik saja, lalu dicetak, sudah jadi. Tidak perlu mengetik manual seperti biasanya,” kata Sukino, peserta pelatihan SID dari desa Watusigar, Kecamatan Ngawen.

Pelatihan SID ini diikuti oleh perangkat desa dari seluruh desa di Kecamatan Ngawen, Gunungkidul. Sebagai penyelenggara, BAPPEDA Gunungkidul menggandeng Forum Desa Pengembang SID Gunungkidul, IDEA, Media Center Pengurangan Resiko Bencana Gunungkidul dan Combine Resource Institution Yogyakarta dalam pelatihan maraton yang berlangsung selama 6 sampai 20 April 2015 di hampir seluruh desa di Gunungkidul. (Apriliana)

You may also like...