Seluruh desa di Bantul akan lebih transparan dan partisipatif

BANTUL – Pemkab Bantul terus berupaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Disahkannya beberapa regulasi baru, seperti UU Desa, membuat Pemkab Bantul makin aktif membuat terobosan-terobosan baru untuk mendukung penerapannya.

Komitmen tersebut kembali dibuktikan dengan memulai langkah penerapan Sistem Informasi Desa di seluruh 75 desa di Kabupaten Bantul, bekerja sama dengan Combine Resource Institution (CRI) dan UKDW. Sebagai tanda dimulainya proses tersebut (kick off program), pada 18 Februari 2015 diadakan Lokakarya berjudul “Komitmen Bersama untuk Mempercepat Pembangunan E-Gov Kabupaten Bantul sampai ke Pemerintah Tingkat Desa”. Acara diadakan di Gedung Induk Lt. III Kompleks Parasamya Bantul. Hadir sebagai pembicara antara lain Bupati Bantul Sri Surya Widati dan Direktur CRI Akhmad Muharam.

Menurut Muharam, CRI mengapresiasi komitmen Pemkab Bantul untuk menerapkan SID. Setelah beragam proses awal selama sekitar setahun, akhirnya tahun ini disepakati seluruh desa akan menerapkan SID. Disahkannya UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa dapat menjadi payung hukum bagi perubahan paradigma perencanaan pembangunan dan pengelolaan data selama ini.

“Kita semua tahu transparansi dan partisipasi yang menjadi prinsip dalam sistem pengelolaan data ini menjadi kunci perencanaan pembangunan di Bantul menjadi lebih baik,” katanya.

Selama satu tahun ke depan, CRI akan mendukung proses penerapan SID termasuk menyiapkan sumber daya manusia di desa yang mampu mengelola sistem ini. Yang mesti selalu dijaga lanjut Muharam, adalah prinsip partisipasi agar sistem ini menjadi milik seluruh warga dan bukan hanya elit desa.

CRI sebagai lembaga yang sejak awal fokus di pengelolaan informasi dan komunikasi berbasis komunitas, telah mendorong penerapan SID di 257 desa yang tersebar di 26 kabupaten di lima provinsi sejak 2009. Agar sistem ini dapat dikembangkan lebih luas, dibutuhkan kesiapan, pemahaman dan komitmen yang sama oleh semua pemangku kepentingan dari level desa hingga pusat. Selain penguatan kapasitas secara teknis, paradigma penguatan partisipasi masyarakat menjadi tantangan sekaligus kunci menuju perbaikan.

“Pemkab Bantul telah menunjukkan komitmen itu dan kami siap membantu. Ini tugas kita semua yang ingin mewujudkan pemerintahan yang bersih dan membawa rakyat pada kesejahteraan,” ujar Muharam.

Contact person :

Elanto Wijoyono

Manajer Program Lumbung Komunitas CRI

Mobile : 081578658586, 087839841169

Irman Ariadi

Staf Analisis dan Pengembangan Lumbung Komunitas CRI

Mobile : 081329237471

You may also like...