Tikus Darat Respons Longsor Banjarnegara

Hujan deras yang terjadi selama beberapa hari terakhir telah memicu terjadinya longsor di Dusun Sigemlong, Desa Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah pada 12 Desember 2014. Data sementara menunjukkan bahwa longsor tersebut merobohkan sekitar 150 rumah. Tak kurang dari 30 orang tewas, dan puluhan lainnya belum ditemukan.
Untuk merespons kejadian tersebut, Tim Informasi dan Komunikasi untuk Situasi Darurat (Tikus Darat) Combine Resource Institution segera bergerak ke Banjarnegara pada Minggu (14/12) sore. Duala Okto, Koordinator Tikus Darat menuturkan, timnya akan fokus membangun jaringan komunikasi di wilayah terdampak. “ Saat ini salah satu kebutuhan yang mendesak adalah komunikasi karena di daerah tersebut saat ini tidak ada sinyal telepon seuler,” katanya.
Berdasarkan koordinasi awal dengan relawan di Banjarnegara, alat komunikasi yang dibutuhkan adalah repeater RIG dan handy talky (HT). Untuk itu, Combine bekerjasama dengan jaringan relawan di Banjarnegara bersama UCP Roda Untuk Kemanusiaan (UCPRUK) dan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) akan memasang repeater di area bencana di Banjarnegara.
Selama berada di lokasi, Tikus Darat juga akan melakukan pemetaan dini mengenai kejadian longsor tersebut. Selain itu, tim ini juga menyalurkan bantuan yang disumbangkan oleh sejumlah lembaga maupun perseorangan di Yogyakarta kepada para korban.
Respons awal Tikus Darat ini akan dilakukan selama tiga hari, mulai 15 – 17 Desember 2014. Pemasangan repeater RIG dan HT itu diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung distribusi informasi di daerah terdampak longsor.
Selama ini sesuai fokus gerakannya, Combine membantu pengelolaan informasi di wilayah yang sedang mengalami maupun rawan bencana. Informasi yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan akan sangat mendukung upaya tanggap darurat yang dilakukan oleh berbagai pihak.

You may also like...