Pengawasan Radio Komunitas di Sinabung

Erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pertama kali pada tanggal 15 September 2013 dan terus berlanjut hingga berbulan-bulan telah menyebabkan puluhan ribu jiwa melayang. Situasi pun saat itu sangat tidak stabil. Bantuan dan perhatian yang makin menipis padahal kondisi pengungsi makin memprihatinkan membuat COMBINE akhirnya mengirimkan Tim Informasi dan Komunikasi untuk Situasi Darurat (Tikus Darat) ke Sinabung, Sabtu (1/11) disusul tim kedua berangkat Rabu (22/11).

Tim Tikus Darat tersebut memiliki kegiatan memetakan kebutuhan para pengungsi terkait dengan informasi dan komunikasi. Dan yang lebih penting adalah untuk membantu sistem informasi dan komunikasi kebencanaan guna memperbaiki akurasi data hingga distribusi logistik. Berdasarkan temuan dari tim COMBINE di Sinabung, manajemen informasi tanggap darurat yang ada belum efisien dan efektif. Hal itulah yang akan coba ditangkap oleh sistem yang dikembangkan COMBINE, sekaligus untuk memberikan saluran informasi bagi pihak yang memiliki data/informasi, tetapi tidak memiliki akses ke media atau forum formal yang dikoordinasikan oleh pemerintah.

Oleh karena itu, COMBINE memutuskan untuk mendirikan Radio Komunitas dan EWS Lahar Hujan di Sinabung pada 14-20 April 2014 guna memberikan informasi terkait bencana yang kemudian mengancam seperti lahar hujan. Dengan mendirikan Radio Komunitas dan EWS Lahar Hujan bukan berarti selesai begitu saja. COMBINE tetap melakukan pengawasan yang akan dilaksanakan tanggal 4-9 Mei 2014 di Perteguhen dan Batu Karang FM, Sinabung. Peserta yang mengikuti acara ini antara lain dari COMBINE, BPBD Karo, dan pegiat Radio Komunitas.

You may also like...

Leave a Reply