Dukungan Open Source untuk Dunia Pendidikan

Seminar Open Source dan Pendidikan

Dukungan perangkat lunak sumber terbuka (open source) di dunia pendidikan memungkinkan guru dan siswa mempelajari cara kerja perangkat lunak. Untuk kepentingan itu guru dan siswa harus mampu membaca atau menulis kode sumber. Aplikasi komersil (propertary) mencegah siswa untuk mempelajari itu semua dengan alasan ilmu yang inginkan bersifat rahasia–tidak boleh dipelajari! Sebaliknya, perangkat lunak sumber terbuka justru mendorong semua orang untuk belajar dan mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan.

Demikian pendapat Yossy Suparyo, Pekerja Manajemen Pengetahuan COMBINE Resource Institution, Yogyakarta dalam Seminar Open Source dan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Yayasan Air Putih (YAP) di Adzakia Islamic School (AIS) Darut Tauhid, Ciputat, Tangerang (8/11/2010). Menurutnya, komunitas pegiat perangkat lunak sumber terbuka menolak filosofi “penginjilan teknologi” yang menyebabkan publik tidak tahu cara kerja teknologi.

“Saya mendorong para guru dan murid untuk membaca kode sumber dan belajar sebanyak yang mereka inginkan. Sekolah-sekolah yang menggunakan aplikasi sumber terbuka memungkinkan murid-murid yang berbakat di dunia pemrograman melangkah lebih jauh,” ujarnya.

Lembaga pendidikan yang menggunakan perangkat lunak sumber terbuka bisa menghemat dana belanja. Sebagian besar perangkat lunak sumber terbuka disebarluaskan secara gratisan. Sekolah juga bebas meniru dan menyebarluaskannya kembali sehingga semua komputer bisa dimanfaatkan tanpa harus membeli lisensi baru.

Dunia pendidikan bisa mengajarkan cara hidup yang menguntungkan masyarakat pada murid-muridnya. Sekolah mengajarkan pemakaian aplikasi sumber terbuka kepada murid, maka murid akan menggunakan aplikasi itu setelah mereka lulus. Hal ini akan membantu masyarakat secara keseluruhan untuk lepas dari dominasi korporat raksasa.

“Perusahaan-perusahaan ini memberikan sampel gratis kepada sekolah dengan alasan yang sama dengan perusahaan rokok yang mendistribusikan rokok gratis untuk membuat anak-anak kecanduan. Mereka tidak akan memberikan diskon lagi kepada murid – murid tersebut setelah mereka dewasa dan lulus sekolah,” lanjut Yossy.

Dukungan perangkat lunak sumber terbuka membuat kegiatan belajar-mengajar semakin menarik. Mata pelajaran yang selama ini dipandang sulit akan terasa mudah dengan adanya fasilitas pemodelan dan gambar yang disediakan oleh perangkat lunak sumber terbuka. Para siswa juga terbiasa dengan tradisi berbagi sehingga tercipta percepatan dalam pengembangan keilmuan.

You may also like...

Leave a Reply