Mengudara, Radio Kanal Besuki Timur

Banyaknya informasi yang tidak sesuai dengan kenyataannya atau telah dimanipulasi membuat para pemuda Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo mendirikan radio. Radio ini bernama Kanal Besuki Timur (KBT). Nama Kanal sendiri diambil dari nama sungai di desa tersebut, yaitu sungai Kanal. Sedangkan nama Besuki Timur diambil dari nama desa mereka yang tersisa sebelah timur saja, sementara sebelah baratnya telah tenggelam oleh lumpur. Awalnya, desa ini terdiri dari 25 RT, namun lumpur Lapindo telah menenggelamkan 18 RT hingga yang tersisa hanya 7 RT.

Kegiatan ini ditujukan untuk mendukung pertukaran informasi dan komunikasi warga sebagai salah satu cara untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat, terutama di daerah rawan bencana. Desa Besuki Timur merupakan desa yang terletak di pinggir tanggul lumpur panas yang rawan terkena bencana, media Radio Komunitas ini dapat menurunkan resiko bencana dengan sifat informasi yang bisa dilakukan cepat, seketika dan akurat. Selain juga dapat memberikan pemahaman yang berimbang tentang isu-isu yang muncul sehingga dapat meredam potensi konflik dalam masyarakat.

Peralatan radio didukung oleh Combine Resource Institution dan Walhi Jawa Timur melalui program Media Center Korban Lumpur Lapindo. Pada saat pendirian, KBT dibantu oleh media komunitas lainnya seperti Radio Suara Porong, Kanal News Room, dan Komunitas Video KOPI Permisan.

Untuk sementara ini kru KBT hanya berjumlah 12 orang. Penyiarnya berjumlah 3 orang yang semuanya adalah para pelajar SMA. Ini adalah pengalaman pertama mereka menjadi seorang penyiar radio. Saat ini sebagian warga belum mengetahui keberadaan radio komunitas ini. Perlahan tapi pasti pengelola Radio Kanal Besuki Timur (KBT) ini optimis bahwa radio ini akan diterima dengan baik oleh warga. (Al-faz, Yossy, Adriani)

You may also like...

Leave a Reply