Pelatihan Aplikasi Manajemen Kebencanaan SAHANA

Praktik penyelenggaraan bantuan misi kemanusiaan di wilayah bencana praktis memerlukan koordinasi. Koordinasi ini tak hanya mencakup pada bidang teknis operasional di lapangan, tetapi juga harus dimulai sejak aras pengelolaan data dan informasi yang menjadi acuan penentuan tindakan di lapangan.

Penanganan dan kerja-kerja lembaga misi kemanusiaan pascagempa bumi Sumatera Barat telah memasuki bulan yang kedua. Proses tanggap darurat yang diwarnai dengan evakuasi dan beragam assessment kebutuhan telah dilewati. Tahap pemulihan awal sebagai pembuka tahap rehabilitasi dan rekonstruksi sedang dimulai. Pada proses ini, koordinasi yang dilakukan sejak pada aras pengelolaan data dan informasi sudah seharusnya dilakukan secara berkelanjutan. Informasi mengenai siapa melakukan apa – di mana menjadi penting sebagai upaya untuk membangun koordinasi kerja kemanusiaan yang efektif dan efisien. Terlebih lagi, pada tahap ini ada banyak lembaga/pihak yang berperan langsung di lapangan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, organisasi non-pemerintah dalam dan luar negeri, swasta, dan beragam kelompok masyarakat. Kesepahaman pengelolaan kerja yang diawali dari kesepamahan atas data dan informasi yang sama menjadi kebutuhan mutlak.

Dalam upaya manajemen bencana, kebutuhan di atas dapat ditangani dengan penggunaan secara tepat aplikasi pengelolaan pusat data untuk manajemen bencana yang bernama Sahana. Sistem aplikasi ini adalah sistem pengelolaan data bersama dalam manajemen bencana yang dibangun dan dikembangkan pertama kali oleh Lanka Software Foundation dari Sri Lanka, sebagai tanggapan dari kalangan praktisi teknologi informasi usai terjadinya gempa dan tsunami 26 Desember 2004. Sahana mewujud sebagai sebuah kumpulan aplikasi berbasis internet yang menyediakan solusi-soluasi manajemen. Sistem ini diarahkan pada masalah-masalah perbedaan mengenai kebutuhan informasi untuk mengelola permasalahan koordinasi atas dampak suatu bencana. Beberapa modul aplikasi telah dibangun untuk mengatasi beberapa permasalahan yang sering muncul, meliputi:

1. Pendaftaran Orang Hilang – buletin online mengenai orang hilang, orang yang ditemukan, hingga orang yang mencari seseorang
2. Pendaftaran Organisasi – mengoordinasikan dan menyeimbangkan persebaran organisasi-organisasi penolong di area terkena dampak bencana; tidak hanya menginformasikan lokasi tiap organisasi, tetapi juga cakupan layanan yang mereka sediakan.
3. Sistem Manajemen Permintaan (Request) – sebagai sebuah penyimpanan online tempat seluruh pihak/lembaga pemerintah maupun non-pemerintah bisa mendaftar dan melacak seluruh permintaan bantuan serta membantu para donor mengetahui kebutuhan jenis bantuan.
4. Pendaftaran Camp – melacak lokasi dan jumlah korban di berbagai barak pengungsian dan tempat lindung sementara di kawasan terkena dampak bencana.
5. Manajemen Relawan – mengoordinasikan informasi kontak, keahlian, tugas, dan ketersediaan relawan.
6. Manajemen Inventaris – melacak lokasi, kuantitas, dan masa kadaluwarsa persediaan
7. Kesadaran Situasi – menyediakan sebuah ikhtisar sistem informasi geografis (SIG) mengenai situasi yang ada yang bermanfaat bagi para pengambil kebijakan

Modul-modul canggih di atas tentunya akan sia-sia belaka jika tetap dikembangkan secara terpisah oleh setiap organisasi yang bergerak untuk tanggap bencana. Oleh karena itu, Sahana sendiri diancangkan sebagai sebuah sistem aplikasi yang akan merangkum data dan informasi dari seluruh organisasi yang bergiat di lapangan. Setiap organisasi, baik pemerintah maupun non-pemerintah, mengumpulkan data lapangan dan mengolahnya di kantor masing-masing. Selanjutnya, setiap dari mereka akan memilih data dan informasi mana yang akan dibagi dan dipertukarkan ke server induk Sahana melalui jaringan internet. Server induk Sahana akan merangkum semua data dari berbagai organisasi tersebut sebagai database dan bisa diakses oleh siapapun. Sistem ini memungkinkan adanya cek silang dan saling melengkapi antar data yang terangkum. Dengan demikian, masyarakat luas dan organisasi pemberi bantuan lain akan dengan mudah bisa mendapatkan data dan informasi yang diperlukan melalui satu pintu, sebagai hasil kolaborasi bersama. Selama ini yang terjadi, data dan informasi yang tersebar begitu beragam, setiap organisasi memiliki versi data masing-masing, sehingga cukup membingungkan masyarakat yang bermaksud mencari data dan informasi.

Sejak pertengahan bulan Oktober 2009, tim Combine Resource Institution dan AirPutih telah memperkenalkan sistem ini kepada jaringan lembaga misi kemanusiaan yang bergiat di Sumatera Barat. Tim kerja ini kemudian berkomunikasi dengan pakar teknologi informasi, Onno W. Purbo, yang bersama pegiat teknologi informasi lainnya memanfaatkan sistem serupa. Aplikasi ini juga sudah dimanfaatkan oleh tim Teknologi Informasi Universitas Andalas untuk mengelola kegiatan kemanusiaan kampus.

Memasuki tahap pemulihan awal ini, pengetahuan dan tanggung jawab pengelolaan sistem ini sudah seharusnya disebarkan kepada banyak pihak. Tujuannya adalah agar sistem aplikasi manajemen bencana ini dapat berfungsi optimal dan tidak bergantung pada segelintir organisasi pengelolanya. Sistem pusat data yang bersifat bebas dan terbuka (Free and Open Source) ini sangat menekankan prinsip kerja bersama, kolaborasi, dalam pemanfaatan dan pengembangannya.

Atas dasar pikiran di atas, CRI dan AirPutih bermaksud menyelenggarakan sebuah sesi pelatihan penggunaan dan pengelolaan aplikasi manajemen bencana Sahana untuk jaringan lembaga misi kemanusiaan di Sumatera Barat. Pelatihan itu akan diselenggarakan pada:

Hari, tanggal: Sabtu, 14 November 2009
Pukul: 14.00 – 17.00 WIB
Tempat: Sekretariat UN OCHA Padan di Jl. Asahan No. 3 Padang Baru Barat, Kota Padang.
Agenda:
14.00 – 14.30 Pembukaan; Pendahuluan (Pengenalan Aplikasi SAHANA)
14.30 – 15.00 Demo penggunaan SAHANA
15.00 – 16.30 Pelatihan penggunaan SAHANA
16.30 – 17.00 Perencanaan Tindak Lanjut

Peserta:
Pegiat organisasi misi kemanusiaan di Sumatera Barat yang bertanggung jawab pada sistem olah data/informasi di organisasinya.
Jumlah peserta maksimal 15 orang (1 organisasi diwakili oleh 1 orang staf/pegiat)

Kebutuhan pelatihan:
Setiap peserta membawa laptop/notebook yang memiliki aplikasi web-browser dan dapat terhubung pada akses internet nirkabel.

Pelatih:
Tim Yayasan AirPutih dan Combine Resource Institution

Informasi dan pendaftaran:
Elanto Wijoyono
e-mail: joyo[at]combine.or.id, joeyakarta[at]gmail.com
HP: +62 815 7865 8586
Telp.: +62 274 418 929

You may also like...

Leave a Reply